Dikawal TNI-Polri Mahasiswa Tertib Membubarkan Diri

Aksi unjuk rasa damai Aliansi Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia yang mengkonsentrasikan di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Selasa (20/10). Aksi demonstrasi digelar mahasiswa bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang dilantik pada Sidang Istimewa MPR RI pada 2019 tahun lalu./Foto : Rahmat (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Aksi unjuk rasa Aliansi Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia yang mengkonsentrasikan diri di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas) dan berdekatan dengan Istana Presidenan, Jakarta, Selasa (20/10) berlangsung damai.

Seorang menteri yang ditunjuk menjadi utusan Presiden Joko Widodo menemui batal karena ditolak mahasiswa. Namun, mahasiswa yang kecewa karena tidak berhasil menemui presiden tidak melampiaskan kekecewaan dengan bertindak anarkis. Mahasiswa dengan tertib membubarkan diri.

Di saat bersamaan, Presiden Jokowi menerima tamu negara PM Jepang Yoshihide Suga. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Negara Suga Mariko dan rombongan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10).

Sebelumnya, dalam negosiasi dengan aparat kepolisian untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dikabulkan. Pihak Pemerintah yang akan diwakilkan oleh salah satu menteri untuk bertemu dengan mahasiswa ditolak dengan keras oleh pengunjuk rasa.

Negosiasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jakarta Pusat Komjen Pol. Heru Novianto itu mentok di keinginan mahasiswa yang ingin bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo. Karena menolak perwakilan dari Menteri, mahasiswa langsung membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari aparat TNI-Polri.

Mahasiswa yang menggelar unjuk rasa tepat di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat depan Patung Kuda diarahkan oleh aparat keamanan untuk membubarkan diri lewat areal Monumen Nasional (Monas) untuk menghindari penyusup yang akan membuat rusuh.

Massa diarahkan masuk melewati pintu Monas bagian selatan dan keluar di pintu samping stasiun Gambir.

Diketahui, selain mahasiswa dari BEM-SI, massa demonstrasi juga berasal dari organisasi kemahasiswaan (PMKRI, Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) dan PMII), Serikat buruh dan masyarakat. Nampak di lokasi aksi juga ada anak-anak STM.(rht)

Comments

comments