Dikritik Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI yang Sudah Tewas

Lima jenazah laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari dimakamkan di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12) pagi. /Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta- Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengkritik sikap Polri yang masih ngotot menetapkan tersangka pada 6 Laskar FPI yang tewas dalam bentrokan di tol Jakarta-Cikampek KM50 beberapa bulan lalu.

Seorang yang sudah tewas, jelas Fickar, dengan sendirinya tidak bisa diproses hukum. Bahkan hukum pun membenarkan gugurnya status terduga bila yang bersangkutan sudah kehilangan nyawa.

“Tidak berdasar hukum, karena KUHP menentukan gugurnya hak menuntut adalah meninggalnya seseorang. Tidak ada alasan yuridis apapun untuk menentukan orang yang sudah meninggal sebagai tersangka,” kata Fickar di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Dengan tewasnya 6 Laskar FPI, terang Fickar, polisi harusnya memeriksa dugaan respon yang berlebihan yang dilakukan anggotanya saat bertugas.

Sebab, ucap Fickar, 4 Laskar FPI diduga tewas saat sudah dalam kondisi tidak berdaya untuk menyerang. Oleh karenanya, Polri seharusnya tidak terkesan membela diri atas insiden berdarah itu.

“Ini lucu. Polri malah seolah olah melakukan pembelaan diri, padahal harusnya memeriksa anggotanya,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments