Dikritik Usul Wisata Halal ala Sandiaga Uno

Sandiaga S. Uno bersama isterinya, Nur Asia saat berlibur ke Piramida, Mesir belum lama ini. (Foto : Istagram Nur Asia).

Acuantoday.com, Jakarta- Pegiat media sosial Denny Siregar mengkritisi langkah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang kembali membicarakan konsep wisata halal, saat melakukan kunjungan kerja pertama ke Bali.

Menurut Denny Siregar, konsep wisata halal yang dibicarakan oleh Sandiaga Uno sudah usang dan tidak kreatif. Bahkan, penulis buku ini menduga, Sandiaga Uno tidak memiliki ide lain, selain mengadopsi ide wisata halal.

“Ribut lagi masalah wisata halal. Sudah 3 menteri bicara wisata halal, dan sekarang Sandiaga Uno kembali bilang gitu. Kenapa sih kok gak kreatif ? Apa ga ada ide lain selain menghalalkan wisata, seolah-olah daerah yang diwisatakan itu haram?” cuit Denny Siregar di akun twitternya, Senin (28/12).

Dikatakan Denny Siregar, jika tujuan utama konsep wisata halal adalah untuk menunjukkan lokasi atau tempat ibadah dan kuliner buat wisatawan, Pemerintah tidak perlu bersusah payah menyusun konsep wisata halal, cukup menggunakan aplikasi penunjuk tempat ibadah dan kuliner halal.

“Kalau cuman mau nunjukin tempat-tempat halal untuk kuliner atau tempat ibadah buat turis Timteng di Bali misalnya, ngapain pakai konsep wisata halal segala?” ucapnya di tweet yang sama.

“Buat aja aplikasi untuk tunjukin dimana kuliner halal dan tempat ibadah. Masak ide ginian aja harus ganti 3 Menteri Pariwisata?” sambungnya.

Penulis buku ‘Tuhan dalam Secangkir Kopi’ ini mengatakan, Bali telah menyumbang 40 persen pendapatan pariwisata atau sebesar Rp100 triliun but negara. Sehingga tidak perlu dihalalkan.

“2018 Bali sumbang 40 persen pendapatan pariwisata, atau Rp 100 triliun buat Indonesia. Ga usah dihalalin segala. Mending Sandi Uno fokus besarkan wisata di daerah-daerah yang kurang promosi dengan konsep wisata budaya. Turis itu tergantung apa yang disajikan, bukan pakai agama,” jelasnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengatakan isu-isu yang berpotensi memecah belah atau membuat kontra produktif di media sosial, tidak perlu. Seperti isu wisata halal yang diperdebatkan.

“Seperti perdebatan yang salah kaprah menurut pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan), di perdebatan media sosial mengenai pariwisata berbasis religi atau berbasis spiritual dan pariwisata berbasis halal atau syariah (wisata halal), itu sangat tidak perlu,” kata Sandiaga, Ahad (27/2) kemarin.

Dia mengajak semua pihak bergandengan tangan, memastikan bahwa pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi lokomotif dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Hal itu dia sampaikan usai bertemu dengan Luhut. (rht)

Comments

comments