Dilantik Kembali sebagai Wali Kota Semarang, Hendi Bertekad Habis-habisan

Hendrar Prihadi usai dilantik menjadi Wali Kota Semarang. Foto: Acuantoday.com (Alvin)

Acuantoday.com, Semarang―Hendrar Prihadi yang dilantik kembali sebagai Wali Kota Semarang oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bertekad untuk habis-habisan di periode kedua kepemimpinannya

Pria yang kerap disapa Hendi ini dilantik bersama pasangannya, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang telah berpasangan sejak 2016 silam, dilantik di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (26/2).

Usai dilantik, Hendi mengaku akan langsung tancap gas karena ini periode terakhirnya menjabat sebagai wali kota.

“Bagi saya periode kedua ini, adalah menjadi periode habis-habisan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Semarang,” ujar Hendi kepada awak media usai acara serah terima jabatan wali kota dan wakil wali kota dari pelaksana harian Wali Kota di ruang Paripurna, Gedung DPRD Kota Semarang.

Saat disinggung mengenai program kerja yang akan didahulukan, Hendi mengaku akan memprioritaskan penanganan banjir di Kota Semarang.

Sebab, permasalahan banjir di Kota Semarang masih terjadi di mana-mana. Saat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, wilayah seperti di Simpanglima, Tanah Mas, dan Stasiun Tawang serta daerah lainnya masih rawan banjir.

Selain itu, kawasan di pesisir utara Kota Semarang juga lumpuh karena banjir yang tak kunjung surut.

“Sehingga kami akan melakukan evaluasi masalah banjir ini, mungkin selama 1-2 minggu ini. Memang masyarakat sudah tidak sabar dengan kejadian banjir ini. Apakah nanti sistemnya yang diperbaiki atau orangnya juga diperbaiki. Beri kesempatan kepada kami untuk bekerja sebaik-baiknya,” lanjut Hendi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, dirinya akan mendampingi wali kota untuk mendukung program prioritas seperti penanganan banjir, jaminan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat serta lainnya.

“Nantinya kami akan konsen lebih pada masalah perempuan, seperti angka stunting pada anak, ibu hamil. Selain itu, terkait diversifikasi pangan dalam upaya ketahanan pangan masyarakat juga masih diprioritaskan,” tandas Hevearita. (alvin)

Comments

comments