Dilecehkan, Anggota JKT48 Lapor Polisi

Anggota grup musik JKT 48, Ni Made Ayu Vania Aurellia./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Anggota grup musik JKT 48, Ni Made Ayu Vania Aurellia, melapor ke polisi, karena mengalami dugaan tindak asusila secara nonverbal.

Vania melaporkan pelecahan ini dipicu unggahan di media sosial dari akun Instagram @kurniawan037. Akun ini menampilkan foto anggota JKT 48 itu, dengan menggunakan narasi kotor.

“Karena ini naik ke penyelidikan kita akan memanggil pelapor dan saksi-saksi serta membawa bukti-bukti yang dia laporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/11)

Dengan masuknya laporan ini, polisi bakal mencari barang bukti kuat, memeriksa korban, saksi-saksi terkait, sebelum akhirnya menetapkan tersangka.

“Dia (Vania) merasa tersinggung tidak terima dengan adanya salah satu akun di media sosial di instagram yang menyebutkan kata-kata kotor dengan memperlihatkan gambar dari Instagram si pelapor,” ujar Yusri.

Namun yang jelas, tersangka kelak bisa disangkakan Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun.

Pasal ini menjelaskan tentang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Sebelumnya, berdasar unggahan di akun Twitter @officialJKT48, laporan dugaan asusila itu diterima polisi dengan nomor LP/6598/XI/YAN.25/2020/SPKTPMJ.

“Hari ini, 7 November 2020, @N_AurelJKT48 telah melaporkan kejadian asusila yang menimpa dirinya pada tanggal 3 November 2020 lalu ke SPKT Polda Metro Jaya bersama JKT48 Operation Team yang ikut mendampinginya. Berikut surat tanda bukti laporannya,” begitu keterangan unggahan itu yang dikutip Acuantoday.com, Kamis (12/11).

Dari bukti laporan itu, dugaan tindakan asusila terjadi pada 3 November 2020 di wilayah Jakarta Selatan. (rwo)

Comments

comments