Direm Mendadak Anies, Pengusaha Panik

Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi./Foto: Kadin Jakarta

Acuantoday.com, Jakarta – Pengusaha di Jakarta mengaku panik menyusul keputusan DKI Jakarta yang bakal menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, pada 14 September 2020 mendatang.

“Dunia usaha panik, karena remnya mendadak, kalau kita berjalan atau berkendara, kalau direm mendadak tentu agak goncang,” kata Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, dalam perbincangan dengan Metro TV, Jum’at (11/9).

Padahal, menurut Diana, dalam seminggu ini, pengusaha sudah mendapatkan angin segar, geliat ekonomi yang mulai terlihat. Namun, begitu diberitakan Pemprov DKI bakal menerapkan kembali PSBB dunia usaha menjadi panik dan tidak pernah berpikir ini akan terjadi. 

“Terus terang, banyak pengusaha tidak siap,” katanya.

Menurut Diana, pengendalian yang sudah dilakukan pemerintah sebenarnya sudah baik, hanya saja soal penegakan hukum terhadap pelanggar yang masih lemah. 

Ia melihat banyak komunitas berkumpul dan masyarakat yang tidak disiplin dengan protokol kesehatan yang seharusnya dijalankan. 

Terhadap kebijakan Anies, ia meminta Gubernur DKI untuk meninjau ulang sektor-sektor yang diizinkan untuk diperbolehkan untuk beroperasi. Ia melihat dari 11 sektor yang diizinkan untuk beroperasi ada yang tepat dan ada yang seharusnya dapat dibuka. 

“Tolong ini kaji ulang lagi,” tandas Diana.

Industri strategis yang direkomendasikan dari kementerian terkait untuk tetap beroperasi, misalnya, agar dapat dipertimbangkan lagi oleh Anies. 

Karena itu, dia berharap Gubernur DKI Jakarta dapat membuat aturan baru yang lebih berkeadilan. Ia mencontohkan, untuk restoran mungkin bisa tetap buka, dengan catatan menggunakan sistem take away, sehingga tidak menurunkan pangsa pasarnya. 

Untuk perhotelan yang mulai menggeliat, Diana meminta untuk diberikan saja aturannya, dan dengan ketat akan dilaksanakan oleh perhotelan.

“Soal kapasitas 50 persen, saya yakin mereka memenuhi itu,” kata Diana.

Diana mengaku sangat khawatir dengan ketahanan UKM dalam menghadapi kebijakan baru ini. Sebab, di saat kondisi mulai berbalik dari minus menuju ke titik nol, dengan pemberlakuan PSBB total jilid II ini, maka upaya itu semakin sulit. 

“Dan itu juga belum semua ke angka nol. Saya khawatir yang bertahan yang nol, dan tidak ada yang bertambah,” katanya. 

Padahal, menurut dia, sektor UKM mendominasi dengan jumlah mencapai 90 dari total pengusaha di Jakarta. Artinya, kebijakan ini dikhawatirkan bisa memukul pengusaha kecil dan berdampak pada PHK.

Ia menyebut, ketika Anies mengumumkan akan kembali menerapkan PSBB seperti tahap awal, beberapa UKM sudah memutuskan beberapa karyawannya, terutama yang berstatus Perjanjian Waktu Tertentu (PKWT).

Diana mengaku, beberapa usulan dan gambaran situasi tentang dunia usaha di Jakarta telah disampaikan kepada Gubernur Anies.

“Keputusannya akan ditunggu hari ini. Mudah-mudahan berkeadilan,” tutupnya. (ahm)

Comments

comments