Dishub Pasang Sekat di Perbatasan DIY – Purworejo

Posko Terpadu di perbatasan Kulonprogo - Purworejo. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Guna mengantisipasi kedatangan warga luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada liburan Imlek, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo melakukan penyekatan ruas jalan di perbatasan Kulonprogo DIY – Purworejo Jawa Tengah.

Lokasi penyekatan di Jalan Nasional Yogya-Wates, Dusun Kadilangu Kidul Kalurahan Temon, Kapanewon (Kecamatan) Temon, tepatnya di depan Masjid Nurul Huda.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, L Bowo Pristiyanto mengatakan untuk penyekatan pihaknya menyiapkan 3-4 petugas per shift. “Petugas kami juga bergabung dengan petugas dari Dishub DIY dan unsur terkait lainnya,” ucap Bowo, Kamis (11/2/2021).

Selain itu, pihaknya juga menerjunkan petugas di setiap destinasi wisata di Kulonprogo untuk memantau penerapan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyatakan bahwa pos penjagaan kendaraan akan beroperasi mulai Kamis (11/2/2021) pukul 19.00 WIB hingga Minggu (14/2/2021) mendatang.


Kepala Dinas Perhubungan Kulon Progo, L Bowo Pristiyanto. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Penjagaan dilakukan di tiga titik perbatasan DIY, yaitu wilayah timur di jalur Prambanan-Yogyakarta, wilayah barat di perbatasan Temon, Kulonprogo-Purworejo, dan sisi utara Tempel, Sleman-Magelang.

Pengendara wajib memperlihatkan surat keterangan negatif rapid antigen bila ada petugas yang menanyakan. Jika tak bisa menunjukkan, pengendara akan diminta putar balik.

Made menjelaskan, nantinya sekitar 15 petugas dari unsur Dishub DIY maupun Dishub kabupaten dan kepolisian akan diterjunkan di masing-masing titik pengawasan.

“Kami sudah koordinasi dengan kabupaten dan kepolisian, mulai jam 19.00 WIB (pengawasan dilakukan),” jelasnya.

Pengecekan dilaksanakan sebanyak tiga shift pada pagi, siang, dan malam. Namun Made tak bisa merinci jam pelaksanaan tiap shift. Sebab, pengecekan akan dilakukan secara acak.

“Ya kita acak saja. Tapi tidak 24 jam soalnya random check,” paparnya.

Made mengungkapkan, pengecekan lebih diutamakan kepada pengendara yang menuju luar wilayah DI Yogyakarta.

“Sehingga jangan sampai ada pengendara yang dicegat di Jawa Tengah dia harus balik lagi ke Yogya. Kalau yang dari luar juga tetap kita tanyakan,” tandasnya.

Made menegaskan bahwa petugas pengawas tak menyediakan layanan tes antigen di lokasi pemantauan. Namun, petugas akan menginformasikan fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki layanan tes rapid antigen.

“Kita juga memberi tahu kalau mau tes di mana saja, jadi tidak hanya meminta untuk putar balik,” ucapnya. (Chaidir)

Comments

comments