Ditemukan Varian Baru COVID-19, Korsel Percepat Vaksinasi

Seorang wanita menjalani tes penyakit coronavirus (COVID-19) di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8). Foto:Antara/Reuters/Kim Hong-Ji

Acuantoday.com, Seoul – Korea Selatan  akan mempercepat vaksinasi COVID-19 setelah mendeteksi kasus pertama dari varian baru virus corona,  yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Varian baru COVID-19, yang dianggap mudah ditularkan, ditemukan pada tiga orang yang memasuki Korea Selatan dari London pada 22 Desember. Demikian pernyataan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Senin (28/12).

Secara keseluruhan, KDCA melaporkan 808 kasus baru pada Minggu tengah malam, terendah sejak rekor 1.241 infeksi yang dicatat pada hari Jumat.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa penurunan itu terjadi karena kurangnya pengujian yang dilakukan selama akhir pekan dan liburan Natal.

Pihak berwenang juga mengatakan pada hari Minggu mereka akan memperpanjang langkah-langkah jarak sosial hingga awal Januari.

Pemerintah Korea Selatan telah menghadapi kritik domestik yang meningkat atas pengadaan dan rencana peluncuran vaksin, yang menyerukan vaksinasi pertama dimulai pada kuartal pertama tahun depan, beberapa bulan setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa meluncurkan program vaksinasi.

Regulator akan mempersingkat periode yang diperlukan untuk menyetujui vaksin dan perawatan dari rata-rata 180 hari menjadi hanya 40 hari,

Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan pada hari Minggu mengumumkan proses persetujuan tambahan untuk distribusi dan penjualan vaksin, yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, akan dipersingkat menjadi sekitar 20 hari.

Petugas medis dan penduduk lanjut usia akan mulai menerima vaksinasi pada Februari.  “Sementara rencana untuk memvaksinasi masyarakat luas semakin cepat, “kata kepala staf kepresidenan Noh Young-min.

Korea Selatan mengumumkan  rencananya untuk membeli dosis yang cukup untuk memvaksinasi 46 juta orang, atau lebih dari 85 persen populasinya.

Sejauh ini di Korsel tercatat ada  57.680 kasus virus corona dengan 819 kematian. (Brama/Ant/Reuters)

 

 

Comments

comments