Djoko Tjandra Cs Didakwa Membuat Surat Jalan Palsu

Tersangka kasus pembuatan dokumen palsu Djoko Tjandra.. Roham (Acuantodaycom)

Acuantoday.com, Jakarta―Jaksa Penuntut Umum mendakwa Djoko Soegiarto Tjandra membuat surat jalan palsu demi bisa masuk ke Indonesia, meski berstatus buron.

Aksi Djoko juga dibantu dua tersangka lainnya, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Dewi Kolopaking, untuk bisa masuk ke Tanah Air.

“Telah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak,” kata JPU membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, (13/10).

Jaksa menyebut, penggunaan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan COVID-19, dan surat rekomendasi kesehatan yang tidak benar tersebut merugikan Polri secara immateriil.

Alasannya, sambung Jaksa, hal itu mencederai dan/atau mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia secara umum dan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri serta Pusdokkes Polri pada khususnya.

“Mengingat terdakwa Doko Soegiarto Tjandra adalah terpidana perkara korupsi dan menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak tahun 2009, yang mana seolah-olah Polri khususnya Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri telah memfasilitasi perjalanan seperti layaknya perjalanan dinas yang dilakukan oleh orang bukan anggota Polri,” urai Jaksa.

Atas perbuatannya, Djoko Tjandra dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP atau Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Tindak pemalsuan ini berawal saat Djoko Tjandra berkenalan dengan Anita Kolopaking di kantor Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia pada medio 2019.

Anita Kolopaking, disebut jaksa berperan sebagai konsultan untuk mengurus upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra atas kasus pengalihan hak tagih alih Bank Bali.

Saat itu, Anita menyetujui, sehingga dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019. Kemudian pada April 2020, Anita mendaftarkan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selain itu, jaksa menyebut, peranan Anita Kolopaking sebagai penghubung antara Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Jenderal bintang satu itu dikenalkan ke Anita Kolopaking melalui rekan Djoko Tjandra bernama Tommy Sumadi. Nama terakhir ini disebut sudah mengenal Prasetijo.

Prasetijo sendiri saat itu menjabat Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Ia diduga berperan untuk mengatur kedatangan Djoko Tjandra ke Jakarta dengan pembuatan surat jalan palsu, termasuk surat keterangan kesehatan, dan surat-surat lain terkait dengan pemeriksaan virus COVID-19. (rwo)

Comments

comments