DKI Izinkan Isolasi Mandiri dengan 16 Syarat, Apa Saja?

Ilustrasi- Seorang pasien sembuh yang siap dipulangkan ke rumah setelah menjalani terapi perawatan COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Kamis (24/9/2020) kasus pasien sembuh melonjak dalam kurun beberapa waktu terakhir.

Acuantoday.com, Jakarta―Pemprov DKI Jakarta akhirnya memperbolehkan warganya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hanya saja, harus ada 16 persyaratan yang harus dipenuhi.

Enam belas syarat menjalani isolasi mandiri di rumah itu, tercantum dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 tentang Prosedur Pengelolaan Isolasi Terkendali Dalam Rangka Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 22 September 2020.

Sebelumnya sempat berwacana untuk mengharuskan isolasi secara terpusat dan terkendali di fasilitas pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan masyarakat saat ini dapat menggunakan fasilitas berupa rumah pribadi untuk isolasi mandiri, namun petugas kesehatan akan melakukan koordinasi dengan gugus tugas setempat seperti lurah dan camat untuk melakukan penilaian kelayakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan isolasi terkendali.

Ia mengatakan, bila kelayakan tempat isolasi tidak memadai, sedangkan individu atau masyarakat tidak bersedia dirujuk ke lokasi isolasi terkendali, maka petugas kesehatan bakal menginformasikan kepada gugus tugas. 

“Nanti, petugas akan melakukan penjemputan paksa bersama satpol PP, kepolisian, TNI, dan unsur terkait,” kata Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10) malam.

Menurut dia, masyarakat yang ingin melakukan isolasi diri di rumah dapat dilakukan apabila telah memenuhi penilaian kelayakan oleh gugus tugas setempat dan petugas kesehatan. Setelah ditetapkan, masyarakat harus menjalani isolasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan.

Ia mengatakan, lurah bersama gugus tugas penanganan COVID-19 tingkat RT/RW juga mengawasi proses isolasi mandiri tersebut bersama satpol PP, kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan penegakan hukum bila terjadi pelanggaran. 

Adapun 16 persyaratan itu adalah:

  1. Persetujuan dari pemilik rumah/fasilitas/penanggung jawab bangunan
  2. Rekomendasi dari gugus tugas penanganan COVID-19 RT/RW setempat dan ditetapkan oleh lurah setempat selaku ketua gugus tugas kelurahan
  3. Tidak ada penolakan dari warga setempat
  4. Gugus tugas penanganan COVID-19 wilayah dapat menjamin pelaksanaan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan
  5. Hanya dihuni oleh orang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan
  6. Lokasi ruang isolasi terpisah dengan penghuni lainnya
  7. Tersedia kamar mandi dalam
  8. Cairan dari mulut/hidung atau air kumur, air seni, dan tinja orang yang isolasi mandiri langsung dibuang di wastafel atau lubang air limbah toilet dan dialirkan ke septic tank
  9. Untuk peralatan makan, minum, dan peralatan pribadi lainnya yang digunakan oleh orang yang isolasi mandiri harus dicuci sabun/deterjen dan air limbah yang berasal dari cucian dibuang ke saluran pembuangan air limbah
  10. Tidak dalam permukiman yang padat dan terdapat jarak lebih dari dua meter dari rumah lainnya
  11. Kamar tidak menggunakan karpet/permadani
  12. Sirkulasi udara berjalan dengan baik dan nyaman
  13. Ketersediaan air bersih mengalir yang memadai
  14. Adanya jejaring kerja sama dengan satuan gugus tugas (pemangku wilayah, TNI, Polri, dan puskesmas setempat)
  15. Terdapat akses kendaraan roda empat
  16. Bangunan dan lokasi aman dari ancaman bahaya lainnya, seperti banjir, kebakaran, maupun tanah longsor.

Terhadap pasien yang akan melakukan isolasi mandiri, petugas kesehatan akan memantau secara berkala jika kondisi memburuk, maka harus dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. (ahm)

Comments

comments