DKI Kembali PSBB Total, Wamenlu : Langkah yang Tidak Realistis

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar . /Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menilai penerapan kembali PSBB secara total di Jakarta sebagai langkah tidak realistis.

“Saya khawatir kalau dipukul rata seperti ini tidak realistis kita berpandangan pandemi akan selesai dalam jangka pendek maka tidak ada yang tahan,” kata Mahendar dalam Rakornas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (10/9).

Untuk itu, Mahendra meminta kepada Anies agar penerapan kebijakan PSBB total di DKI Jakarta dapat dikecualikan untuk sektor usaha yang telah mampu melakukan protokol kesehatan dengan baik.

“Apakah Kadin bisa mengusulkan pada Pemprov yang melakukan PSBB memberi pengecualian kepada industri manufaktur atau sektor usaha yang mampu melakukan langkah-langkah protokol kesehatan,” kata Wamenlu seperti dikutip Antara.

Mahendra lalu mencontohkan, perusahaan yang bisa menyediakan transportasi khusus bagi pegawainya sehingga mereka tidak perlu menggunakan transportasi umum.

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan, sebab jika PSBB total diberlakukan secara merata maka banyak usaha yang tidak bisa bertahan karena pandemi COVID-19 diprediksikan berlangsung lama.

Tak hanya itu Mahendra juga meminta kepada Kadin Indonesia agar dapat bekerja sama dengan lembaga lain untuk membuat daftar usaha-usaha yang dapat dikecualikan dari penerapan PSBB total.

Ia mengusulkan agar Kadin mengusulkan ke Pemprov untuk minta pengecualian, sekaligus menjadi benchmark lain dan dijadikan standar baur

“Jika tidak, saya khawatir terhadap kesinambungan kita pada jangka menengah dan jangka panjang,” jelas Wamenlu. (ahm)

 

Comments

comments