DKPP Rehabilitasi 13 Penyelenggara Pemilu

Pembacaan terhadap lima (5) perkara Putusan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu secara virtual oleh Majelis Hakim DKPP di Ruang Sidang DKPP, lantai 5, Jalan MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat pada Rabu (11/11).(Foto : Humas DKPP)

Acuantoday.com, Jakarta– Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan terhadap lima (5) perkara Putusan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Ruang Sidang DKPP, lantai 5, Jalan MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat pada Rabu (11/11).

Sidang ini menyertakan 26 penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu. Dalam sidang tersebut, Majelis Etik memutuskan merehabilitasi atau pemulihan nama baik terhadap 13 penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu dari perkara yang dibacakan putusannya, di antaranya perkara nomor 106-PKE-DKPP/X/2020 yang merehabilitasi seluruh komisioner Bawaslu Bawaslu Kota Tangerang Selatan.

DKPP merehabilitasi Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan Muhamad Acep, serta empat anggota Bawaslu Kota Tengsel yaitu Karina Permata Hati; Slamet Santosa; Ahmad Jajuli; dan Aas Satibi. Juga perkara nomor 87-PKE-DKPP/IX/2020 yang merehabilitasi Ketua dan seluruh anggota Bawaslu Kabupaten Sragen.

Ke-13 penyelenggara yang direhabilitasi namanya itu pemilu yang tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Selaoin itu, Majelis Etik DKPP juga menjatuhkan sanksi berupa peringatan kepada 13 penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu dalam tiga perkara dari lima perkara yang dibacakan putusannya.

Lima perkara yang dibacakan putusannya dalam sidang ini adalah perkara nomor 87-PKE-DKPP/IX/2020, 91-PKE-DKPP/IX/2020, 94-PKE-DKPP/IX/2020, 101-PKE-DKPP/X/2020, dan 106-PKE-DKPP/X/2020.

Semua penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu pada semua perkara tersebut berjumlah 26 orang, terdiri dari 16 orang dari jajaran Bawaslu dan 10 orang dari jajaran KPU.

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP Prof. Teguh Prasetyo selaku Ketua Majelis. Sedangkan Anggota Majelis diisi oleh Dr. Alfitra Salamm, Didik Supriyanto, S.IP., M.IP., dan Dr. Ida Budhiati.(rht)

Comments

comments