DPR: Anggaran Vaksinasi COVID Harus Diketahui Masyarakat

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Foto : Biro Pemberitaan DPR RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui anggaran vaksin Covid-19 sudah dibahas dalam dapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Namun, besaran anggaran vaksin yang sudah dibahas dalam rapat kabinet itu belum diketahui oleh Komisi IX DPR RI selaku pihak yang memiliki mitra kerja dengan Kementerian Kesehatan.

“Berkenan dengan angka tadi karena sudah dibicarakan di Kabinet, minimal kita harus taulah kira-kira ini anggarannya berapa,” tanya Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin di Ruang Komisi IX DPR, Rabu (13/1).

Dikatakan Saleh Daulay, besaran anggaran vaksin Covid-19 perlu diketahui oleh masyarakat. Pasalnya, sejauh ini Komisi IX DPR RI dan masyarakat belum mengetahui hal tersebut, baik untuk pengadaan vaksin maupun pelaksanaan vaksinasi.

“Masyarakat juga perlu tau, karena Menteri Keuangan pernah ngomong di media ada sekitar Rp 70 triliun, mungkin perlu mengetahui hasil pembahasan yang serius dari Menteri Keuangan berapa itu termasuk, bukan hanya pengadaannya tapi termasuk pelaksanaannya, karena pelaksanaan membutuhkan anggaran,” ucapnya.

Namun, anggaran sebesar itu belum pernah didetilkan oleh pemerintah berapa sesungguhnya besaran anggaran untuk memenuhi kebutuhan pengadaan hingga pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

“Mungkin ini perlu dipertegas dan diperjelas, baik kami juga mempunyai basis data yang jelas untuk memberikan ke masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan telah mendatangkan vaksin Sinovac dari China 3 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi – 122 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk – 100 juta dosis masih opsional.

Berikutnya vaksin jenis Novavax – 50 juta dosis vaksin – 80 juta dosis masih opsional. Berikutnya vaksin Covax/gavi – 54 juta dosis vaksin – 54 juta dosis vaksin masih opsional. Vaksin Astrazeneca – 50 juta dosis vaksin dalam finalisas – 50 juta dosis vaksin masih opsional dan Vaksin Pfizer atau BioNtech – 50 jua dosis vaksin dalam finalisasi – 50 juta dosis vaksin masih opsional. (rht)

Comments

comments