DPR Ingatkan Data Pemilih Pilkada Masih Bermasalah

Ilustrasi - Logo Pilkada Serentak 2020. Potensi konflik pilkada tahun ini masih tetap ada meskipun Peraturan KPU (PKPU) telah mendesain dan mendorong kampanye Pilkada Serentak 2020 melalui virtual sebagai dampak pandemi COVID-19./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengakui, data pemilih masih menjadi masalah buat penyelenggara Pemilu dan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jelang hari pemilihan pada, 9 Desember besok.

Menurut Doli, persoalan data pemilih yang tidak kunjung usai sangat berkaitan erat hubungannya dengan persoalan database kependudukan. Pasalnya, proses perekaman KTP elektronik (e-KTP) di lapangan juga masih menjadi masalah serius

“Kita mempunyai Dirjen Dukcapil, secara khusus yang mempunyai aparat sampai ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Kalau persoalan ini dikaitkan dengan masalah perekaman e-KTP yang ternyata di lapangan masih banyak masalah tentang data kependudukan ini,” kata Doli di Jakarta, Jumat (27/11).

Berdasarkan pengakuan Komisi Pemilihan Umum (KPU), target mereka dalam partisipasi pemilih di Pilkada 2020 ini sebesar 77,5 persen. Namun, target tersebut harus didukung dengan kelengkapan sesuai dengan Undang-Undang yang ada dalam kepemiluan.

“Tetapi untuk mereka hadir tentu ada persyaratan-persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dimana mereka harus terdaftar,” ucapnya.

Atas dasar itu, politisi Partai Golkar ini mengatakan, pembahasan soal data pemilih dan kepemilikan e-KTP sangat penting untuk menaikan partisipasi pemilih di Pilkada 2020 ini.

Oleh karenanya, kata dia Komisi yang membidangi pemerintahan dan Aparatur Penyelenggara Negara akan membahas secara khusus tentang data pemilih.
“Menurut kami, sebetulnya dari Pemilu ke Pemilu, ataupun dari Pilkada ke Pilkada pasti selalu ada masalah. Ini sebenarnya masalah klasik yang tidak selesai-selesai,” jelasnya.

Doli mengatakan tahapan pilkada sudah memasuki tahap akhir. “Dan tahap akhir ini merupakan bagian yang paling penting. Yang lebih penting lagi, kita mempunyai target agar partisipasi pemilih cukup tinggi,” tutup Doli. (rht)

Comments

comments