DPR Minta Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Disampaikan secara Terbuka

Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari. (Foto : Istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari mengatakan cepat atau lambat program vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan. Untuk itu, ia menekankan sejak awal pentingnya keterbukaan hasil uji klinis yang saat ini dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Hasil uji klinis penting dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat,” kata Putih Sari di Jakarta, Minggu (3/1).

Untuk diketahui, dari tujuh kandidat vaksin yang ditentukan pemerintah, baru vaksin merk Sinovac yang telah sampai pada Desember 2020 lalu dan Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 segera melaporkan hasil riset ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada awal Januari 2021. Pelaporan uji klinis fase III ini dilakukan dengan data pengamatan 540 relawan (sampel) subset selama tiga bulan.

Pelaporan itu diajukan sebagai pertimbangan pemberian izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

“Vaksin itu supaya tidak langsung diedarkan ke masyarakat sebelum dievaluasi oleh BPOM. Bukan apa-apa, BPOM belum mengeluarkan EUA atau Emergency Use Authorisation vaksin,” ucap putri dari politisi senior yang juga mantan Anggota DPR RI, almarhum Haryanto Taslam ini.

Saat ini, uji klinis Vaksin Sinovac memasuki masa monitoring untuk melihat efikasi (khasiat), imunogenicity, serta memastikan keamanan dari calon vaksin Covid-19 tersebut. PT Bio Farma (Persero) selaku Holding Farmasi BUMN telah menyampaikan bahwa Tim uji klinis untuk calon vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia masih menunggu hasil monitoring relawan.

Putih Sari menambahkan selain uji klinis tadi, ada beberapa hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah dalam pelaksanaan program vaksinasi ini terkait kesiapan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Penting diperhatikan bagaimana sumber daya tenaga kesehatan yang bertugas, strategi distribusi vaksin dan perlakuan terhadap vaksin agar tetap efektif,” kata Putih Sari.

Putih Sari yang kini duduk di jajaran elit Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengaku sebelumnya ia sudah mendorong BPOM mengevaluasi vaksin buatan Sinovac secara ketat setelah tiba di Indonesia. Kemudian BPOM menyampaikan keterangan ke masyarakat terkait khasiat, mutu dan keamanan vaksin Sinovac Covid-19.

“Sebagian besar masyarakat masih belum percaya terhadap isu keamanan vaksin. Karena itu pemerintah harus memberikan sosialisasi guna meyakinkan masyarakat terkait keamanan vaksin Corona,” kata Putih Sari.(har)

Comments

comments