DPR Minta Polisi Tindak Tegas Pemilik Ambulans yang Angkut Logistik Demo

‎Ilustrasi - Ambulans untuk kegiatan pelayanan kesehatan disalahgunakan untuk kegiatan demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja./Foto : Tangakapan Layar YouTube

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua Komisi IX Anggota Melki Laka Lena meminta pihak kepolisian menindak tegas semua pihak yang menyalahgunakan ambulans yang seharusnya untuk pelayanan kesehatan tetapi disalahgunakan untuk kegiatan demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Penegasan disampaikan Melki menyusul penangkapan satu unit mobil ambulans oleh Polda Metro Jaya yang mengangkut logistik demo anarkis saat aksi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada, Selasa (13/10/2020). Kabarnya, dalam mobil ambulans itu terdapat batu dan tongkat yang digunakan demonstran saat melakukan aksi demo.

“Kepolisian harus menindak tegas secara hukum semua pihak, mulai dari yang menggunakan, hingga pemilik ambulans yang dialihfungsikan dari fungsi sosial menjadi media berlindung untuk melakukan kejahatan,” kata Melki Laka Lena kepada wartawan, Rabu (14/10).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu mengatakan semua pemilik mobil ambulans baik itu klinik kesehatan, rumah sakit, komunitas sosial, partai politik bahkan para politisi dan organisasi massa tidak patut untuk menyalahgunakan fungsi ambulans menjadi media berlindung melakukan kejahatan, terlebih lagi menjadikan ambulans sebagai media politik yang salah.

“Kepada siapapun pemilik mobil ambulans itu, mau itu partai politik bahkan para politisi sekalipun. Harus ditindak secara hukum jika menjadikan mobil ambulans sebagai media politik yang salah,” tegasnya.

Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini meminta kepada Kapolri, Jenderal Idham Aziz dan terkhusus kepada Kepolisian Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas, dan menindak tegas pemilik satu unit mobil ambulans yang diamankan Polisi di sekitar Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) malam. Hal ini untuk mengungkap dugaan apakah adanya upaya penunggang dalam aksi unjuk rasa anarkis penolakan terhadap UU Cipta Kerja di Indonesia sepekan terakhir.

“Harus diusut siapa pemilik dari ambulans itu dan siapa saja pihak yang terkait atas pengalihan fungsi ambulans itu. Bisa saja itu berkaitan dengan dugaan penunggang aksi unjuk rasa anarkis tolak Omnibus Law,” jelasnya. (rht)

Comments

comments