DPR Nilai Tindakan Polri Berlebihan

Sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan tangan diborgol dan berbaju rompi oranye dipertontonkan di depan publik di Mabes Polri. Tindakan Polri tersebut dikecam karena dinilai berlebihan./Foto : Tangkapan layar stasiun televisi TV One

Acuantoday.com, Jakarta- Tindakan Mabes Polri terhadap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan tangan diborgol dan berbaju rompi oranye di depan publik dinilai berlebihan.

“Mereka itu bukan penjahat, bukan koruptor, bukan juga tahanan politik apalagi teroris. Polisi dalam hal ini bertindak sangat berlebihan,” kata Anggota DPR RI Guspardi Gaus di Jakarta, Sabtu (17/10).

Menurut Guspardi, Polri harusnya lebih bijak dalam mengambil tindakan dalam penegakan keadilan di bangsa ini, karena Polri sendiri dikenal sebagai pengayom masyarakat. Dikatakan Guspardi, jika cara memperlakukan para aktivis atau mereka yang berbeda pendapat seolah-olah penjahat, dan dipertontonkan di muka umum itu sudah di luar batas kepatutan.

“Polisi seharusnya bersikap lebih bijaksana dan manusiawi. Tindakan mempertontontonkan para tersangka dalam kondisi menggunakan baju tahanan berwarna oranye dan tangan yang terikat atau diborgol justru akan memperburuk citra korps kepolisian di mata publik,” ucap Politisi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan meski para anggota KAMI tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), baiknya mereka diperlakukan tidak seperti penjahat kriminal kelas berat.

Dia menilai perlakukan Polri terhadap para aktivis KAMI dalam kasus tersebut sangat tidak tepat dan ‘off side’.

Karena itu, Guspardi berharap Polisi bisa menjadikan kejadian itu sebagai autokritik terhadap korps Kepolisian agar bertindak lebih humanis dan jangan membuat citra Polri yang dicintai sebagai pengayom dan pelindung masyarakat jadi makin turun di mata masyarakat.

Sebelumnya, Bareskrim Polri merilis penangkapan 8 petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Kamis (15/10/20) siang. Seluruh tersangka dalam kasus ini juga dihadirkan di hadapan awak media.

Seluruh tersangka tampak menggunakan baju tahanan berwarna oranye yang bertuliskan “Tahanan Bareskrim Polri”, dan kedua tangan seluruh tersangka diborgol.

Kedelapan tersangka yang dirilis Kepolisian, tiga diantaranya adalah anggota komite eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana. (rht)

Comments

comments