DPR: Transaksi Keuangan Listyo Sigit Wajar

Kabareskrim Polri buka kemungkinan rekonstruksi insiden penembakan 6 Laskar FPI bisa berlanjut. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengakui, aktivitas transaksi keuangan calon Kapolri Komjen. Pol Listyo Sigit Prabowo masih tahap wajar dan tidak ada hal mencurigakan. 

“Sejauh ini masih dalam tahap wajar dengan laporan di LHKPN,” kata Sahroni seperti dikutip Acuantoday.com dari laman dpr.go.id pada, Jumat (15/1).

Menurut Sahroni, aktivitas transaksi keuangan Komjen Pol. Listyo Sigit ini disampaikan langsung oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) saat rapat kerja kemarin. 

“Ketua PPATK yang menyampaikan langsung terkait apa yang didapatkan dari hasil audit dan analisis keuangan,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan, semua Anggota Komisi III DPR RI secara umum menanyakan aktivitas keuangan perwira polisi berpangkat tiga bintang itu, baik dari pemasukan hingga akumulasi pengeluaran yang bersangkutan serta keluarganya.

“Semua fraksi pada prinsipnya nanya bagaimana seorang calon dalam posisi menjadi seorang pejabat Polri, pendapatan per-bulannya berapa dan akumulasi pengeluarannya berapa, baik dari calon, istri, dan anak-anaknya,” ucapnya.

Politisi asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini menjelaskan, hasil rapat kerja Komisi III DPR RI dengan PPATK akan menjadi bahan pertimbangan Komisi III dalam menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri pada pekan depan. 

So far, masih dalam tahapan wajar dengan laporan di LHKPN. Jadi nanti Pak Ketua PPATK yang menyampaikan langsung terkait apa yang dia dapatkan dari hasil audit dari analisis keuangan. Ini untuk jadi bahan informasi pada saat kita fit and proper test untuk Pak Listyo Sigit,” jelas Sahroni. 

Diketahui, Komisi III DPR RI menjadwalkan akan memanggil calon Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo Senin (18/1) besok untuk mengerjakan makalah untuk dipresentasikan pada saat uji kelayakan calon Kapolri pada, Selasa (19/1) nanti. (rht)

Comments

comments