Dua Buron Kasus Korupsi Ekspor Benur Menyerahkan Diri

Sementara itu, dalam pernyataannya, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menduga aliran uang hasil korupsi ekspor benur yang diterima bekas Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo lebih banyak dari temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang yang diperkirakan mengalir ke kantong Edhy berasal dari sejumlah perusahaan eksportir benur. Sedikitnya ada sembilan korporasi dengan prediksi transaksi mencapai miliaran rupiah per Juli 2020.

“Jika kesembilan perusahaan praktik gratifikasi dengan nominal yang sama kepada Edhy, maka setidaknya Edhy telah menerima uang lebih dari Rp10 miliar,” kata Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11). 

Hasil penelusuran KPK sendiri menyebut Edhy diduga menerima duit suap dari PT Dua Putra Perkasa (DPP) melalui perusahaan yang terafiliasi dengan Edhy, bernama PT Aero Citra Kargo (ACK). Korporasi ini dibikin oleh Edhy sebagai pihak satu-satunya yang bisa menjalankan ekspor benur.  

PT DPP tercatat mentransfer duit suap sebanyak Rp731.573.564 hingga akhirnya korporasi tersebut memperoleh penetapan kegiatan ekspor benur atas arahan Edhy dan telah melakukan sebanyak 10 kali pengiriman melalui perusahaan PT. ACK.

PT ACK ini ‘dipegang’ oleh Amri dan Ahmad Bahtiar. Uang suap dari PT DPP dialirkan ke mereka berdua. KPK juga menduga PT ACK menerima duit dari beberapa eksportir lain yang totalnya mencapai Rp9,8 miliar.

Setelah dapat uang dari para eksportir, Ahmad diduga mentransfer Rp3,4 miliar ke rekening staf istri Edhy, (Ainul Faqih) pada 5 November 2020. 

Duit itu dipakai untuk keperluan pribadi keduanya, seperti membeli baranh mewah di Amerika Serikat dengan total belanja Rp750 juta.

Edhy juga diduga KPK menerima 100 ribu dolar AS dari Direktur DPP pada Mei lalu. Uang suap mulai mengerogoti Edhy, seiring kebijakannya yang kembali mengizinkan ekspor benur. 

Padahal, kebijakan ini diharamkan di masa Menteri KKP Susi Pudijastuti lantaran dinilai sarat penyelewengan kekuasaan dan juga merusak ekosistem laut. (rwo)

Comments

comments