Dua Pekan Operasi Yustisi COVID Terjaring 1,8 Juta Pelanggaran

Operasi yustisi penegakan Protokol Kesehatan (prokes) COVID-19. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setyono, Senin (28/9) menyatakan selama dua pekan operasi yustisi sejak 14 September hingga 27 September 2020, Polri mendapati 1,8 juta pelanggaran secara nasional./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Operasi yustisi penegakan Protokol Kesehatan (prokes) COVID-19 yang dilakukan Polri sejak 14 September hingga 27 September 2020 berhasil mendapati 1,8 juta pelanggaran secara nasional.

Selama dua pekan itu, operasi gabungan oleh TNI, Polri dan Satpol PP sudah menjatuhkan sanksi mulai dari teguran lisan dan tertulis, hingga sanksi pidana non kurungan yaitu berupa denda dan kerja sosial.

“Gabungan operasi yustisi telah melaksanakan penindakan sebanyak 1.866.458 kali, dengan sanksi teguran tertulis sebanyak 296.898 kali, teguran lisan sebanyak 1.341.027 kali,” kata Kepala Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Awi Setyono di Bareskrim Polri, Senin (28/9/2020).

Awi membeberkan detil penindakan beserta sanksi atau denda meliputi denda administrasi sebanyak 25.484 kali dengan nilai sebesar 1.610.994.425. Kemudian penutupan tempat usaha sebanyak 1.077 kali dan yang sanksi lain seperti kerja sosial sebanyak 201.971 kali.

Paling banyak ditemukan pelanggaran, kata Awi terjadi pada 27 September kemarin. Ditemukan sebanyak 31.752 kegiatan pelanggaran.

“Orang yang terjaring razia sebanyak 240,678 kemudian tempat yang terkena razia sebanyak 29.895 dan kegiatan sebanyak 28.463,” jelas Awi.

Adapun sanksi yang dikenakan, lanjut Awi, pertama teguran lisan sebanyak 146.076 kali dan teguran tertulis sebanyak 27.456 kali.

Tak hanya itu, denda administrasi juga dikeluarkan sebanyak 1.587 kali dengan nilai denda Rp107.520.000.

Razia penegakan prokes pun, ia menambahkan menyasar tempat wisata. Hasilnya penindakan sebanyak 55 kali di tempat wisata.

Selain itu, tim gabungan juga, kata Awi sudah menjatuhi kerja sosial sebanyak 20.909 kali dan kurungan sebanyak satu kasus.(rwo/har)

Comments

comments