Dua Peyelenggara Pemilu Dijatuhkan Sanksi Peringatan Keras

Sidang Majelis Etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Arief Budiman dari Jabatan sebagai Ketua KPU RI dalam perkara 123-PKE-DKPP/X/2020, Rabu (13/1/2021). (Foto : Humas DKPP)

Acuantoday.com, Jakarta– Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara Pemilu (KEPP) dengan agenda Pembacaan Putusan terhadap 5 Perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pukul 10.00 WIB.

Dalam sidang ini, DKPP menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada dua Anggota Bawaslu Kabupaten Kolaka Timur yakni La Golonga dan Abang Saputra dalam perkara 152-PKE-DKPP/XI/2020.

“Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras terhadap Teradu 2, La Golonga dan Teradu 3, Abang Saputra masing-masing sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Kolaka Timur sejak putusan ini dibacakan,” ungkap Ketua Majelis, Dr. Alfitra Salamm, APU.

DKPP juga merehabilitasi nama baik Teradu 1, Rusniyanti Nur Rakibe karena tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dalam perkara yang sama.

Dari 5 perkara yang dibacakan putusannya melibatkan 22 penyelenggara pemilu sebagai Teradu. Jenis sanksi yang dijatuhkan DKPP adalah Peringatan Keras (2) dan Peringatan (5). Sedangkan 15 penyelenggara pemilu direhabilitasi nama baiknya karena tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP yang bertindak sebagai Ketua Majelis, Dr. Alfitra Salamm, APU dengan Anggota Majelis terdiri dari Didik Supriyanto, S.IP., M.IP dan Dr. Ida Budhiati. (har)

 

Comments

comments