Dubes Tiongkok Ajak DPD RI Perkuat Kerjasama Parlemen Kedua Negara

Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin (tengah) dan pimpinan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI saat menerima bertemu dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Republik Rakyat China untuk Indonesia, Y.M. Xiao Qian di Jakarta, Kamis (28/1/2021).(Foto : Biro Pemberitaan DPD RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Republik Rakyat China untuk Indonesia, Y.M. Xiao Qian mengajak DPD RI mengembangkan kerja sama antar parlemen dan antar daerah.

Ajakan disampaikan Xiao Qian dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan pimpinan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

“DPD RI adalah bagian penting dari badan legislatif Indonesia, dan berpengaruh besar di politik Indonesia. Kami berharap DPD RI dapat selalu mendukung perkembangan hubungan Tiongkok dan Indonesia. Ke depan, pihak Tiongkok ingin mendorong KRN (Kongres Rakyat Nasional) dan Komite Nasional KKPRT (Konferensi Konsultasi Politik Rakyat Tiongkok) untuk memperkuat komunikasinya dengan DPD RI melalui telephone, virtual, surat, dan lain-lain, kami juga mempersilakan delegasi DPD RI mengunjungi Tiongkok setelah pandemi terkendali,” kata Y.M. Dubes Xiao Qian dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Dalam rilis yang dipublikasi DPD RI itu, Xiao Qian mengungkapkan lebih dari 1000 perusahan Tiongkok beroperasi di Indonesia, proyek-proyek penting seperti Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan Morowali Industrial Park memberikan dukungan kepada pembangunan Indonesia.

Kemajuan kerjasama ini terjadi setelah penandatanganan normalisasi hubungan bilateral Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada tahun 1990 dan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia-RRT 2005, hubungan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang berkembang dengan sangat pesat.

Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman mengatakan reformasi ekonomi pada tahun 80-an telah menjadikan RRT sebagai kekuatan perdagangan utama dunia bersama Amerika Serikat saat ini, dan arena kedekatan wilayah perdagangan kedua negara juga relatif lebih mudah.

Volume perdagangan Indonesia dan RRT pada tahun 2020 relatif stabil walaupun dilanda pandemi COVID-19 yaitu sebesar USD 78,3 Milyar dimana ekspor Indonesia naik sekira 9,5% dan defisit perdagangan berkurang di pihak Indonesia.

Investasi RRT juga terus masuk, sebagai contoh sekira 61 persen realisasi investasi di Sulawesi Tengah berasal dari investor RRT pada tahun 2020.

“Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia, mitra investasi terbesar kedua, kalau dihitung investasi dari Hong Kong maka Tiongkok merupakan asal investasi terbesar bagi Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin mengatakan kemajuan RRT yang terjadi dalam 30 tahun terakhir tentu menarik banyak pihak mengingat negara itu bukan pelaku perdagangan utama dunia sebelum reformasi ekonomi yang diinisiasi sekira tahun 1979 itu.

“Tiongkok dengan pertumbuhan ekonominya yang luar biasa menjadi salah satu mitra paling strategis Indonesia. Saya sendiri sebelum menjadi anggota DPD RI, sebagai pengusaha, yang hampir setiap bulan terbang ke Tiongkok, merasakan sendiri bagaimana Tiongkok adalah mitra bisnis yang luar biasa,” kata Sultan Bakhtiar.

Sementara itu Wakil Ketua BKSP DPD RI, Richard Hamonangan Pasaribu mengatakan penguatan hubungan internasional bersifat dinamis sehingga pelibatan parlemen diperlukan untuk memperinci pencapaian diplomasi politik dan ekonomi kedua negara tersebut.

“Parlemen kedua negara, dalam hal ini termasuk DPD RI, perlu mengelola dinamika hubungan bilateral Indonesia dan RRT, untuk mendorong kerja sama yang lebih substantif dan saling menguntungkan,” kata Richard Pasaribu.(rht)

Comments

comments