Duh, Klinik Aborsi Ilegal Gugurkan 32.760 Janin selama 3 Tahun

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan praktik aborsi ilegal di Jakarta Pusat, Rabu (23/9). Dalam kurun waktu 3 tahun, praktik aborsi ilgal itu telah mengugurkan sebanyak 32.760 janin./Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.copm, Jakarta- Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat.

Disinyalir, klinik yang bermarkas di Jalan Percetakan Negara Ini sudah beroperasi sejak 2017 lalu. Selama itu, sudah banyak keuntungan yang diraup. Setiap janin yang digugurkan secara paksa dipatok jutaan rupiah.

“Setelah dihitung, klinik ilegal ini dapat keuntungan Rp10 miliar. Satu pasien kena tarif Rp2,5 juta hingga Rp5 juta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/9).

Pelanggan yang datang, Argo menerangkan, rerata sebanyak 5 hingga 10 orang per hari dan itu berlangsung selama 3 tahun. Selama itu pula, total 32.760 janin telah digugurkan paksa.

Kepada polisi, tersangka mengaku melakukan pemasaran bisnis haramnya ini melalui media daring dan secara dari mulut ke mulut.

Polisi sudah menangkap 10 tersangka. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara di atas 5 tahun.

 


Barang bukti yang diamankan polisi dari penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat./Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Bukan yang pertama

Baru-baru ini juga, Direskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik aborsi ilegal yang dilakukan dokter spesialis kandungan di Klinik dr. SWS di Jalan Raden Saleh I Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020.

Polisi menangkap 17 tersangka dan enam dari 17 orang yang diamankan merupakan tenaga medis. Selain tenaga medis pihak lain yang juga diamankan diantaranya, resepsionis, office boy, pengelola hingga calon pasien aborsi.

Kepada polisi, tersangka mengaku menjalankan praktik haram ini hampir lima tahun. Tercatat, rekap kunjungan pasien dari bulan Januari 2019 hingga 10 April 2020 mencapai 2.638 orang.(rwo/har) 

Comments

comments