Edhy Prabowo Tersangkut Kasus Ekspor Benih Lobster

Gedung KPK Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi, penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada Rabu (25/11) dini hari ini, terkait dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster.

“Yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin export baby lobster,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu.

Meski begitu, Ali belum bisa membeberkan kronologis penangkapan Prabowo yang diciduk selepas mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari Amerika Serikat.

“Biar kami menyelidiki dulu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Edhy membuka lagi kegiatan ekspor benih lobster, setelah sebelumnya dibredel oleh Menteri KKP Susi Pudijastuti di era Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, 2014-2019.

Kebijakan ekspor itu ditetapkan dengan Peraturan Menteri KKP Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Kebijakan Edhy ini menuai kritik, karena dampaknya merugikan para nelayan. Sebab, ada pembatasan kuota bagi nelayan terhadap akses kepemilikan benih lobster.

Sementara itu, kuota bagi pemain besar seperti investor dengan modal besar, eksportir dan importir mendapat jatah lebih besar ketimbang nelayan. (rwo)

Comments

comments