Efikasi Vaksin di Bawah 70 Persen, DPR: Apakah Digunakan untuk Presiden?

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Foto : Istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta – Program vaksinasi dipastikan dimulai besok pada, Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Tenaga Kesehatan (Nakes) menjadi pihak pertama yang divaksin dengan jenis Sinovac.

Namun, penggunaan vaksin Sinovac masih menjadi masalah tersendiri, karena vaksin yang akan disuntik ke Presiden, Nakes, TNI/Polri dan masyarakat edukasinya di bawah 70 persen.

“Apakah Presiden dan Nakes di vaksin dengan vaksin yang edukasinya di bawah 70 persen atau di atas itu,” tanya Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengar pendapat di Ruang Komisi IX DPR, Selasa (13/1).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masih banyak vaksin yang edukasinya di atas 70 persen, namun tidak digunakan oleh Indonesia. Olehnya itu, politisi asal Jakarta ini menanyakan perihal penggunaan vaksin dengan efikasi di bawah 70 di negara lain, karena hal tersebut menyangkut dengan kesehatan dan nyawa masyarakat.

“Padahal ada vaksin yang efikasinya lebih tinggi dari pada itu misalnya. Tolong, karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat, kita ingin tau ada gak negara lain yang menggunakan vaksin dengan uji efikasi di bawah 70 persen, yang sekarang,” ujarnya.

“Ada gak, biar kita punya gambaran jika negara lain sudah pakai, vaksin yang uji efikasinya di bawah 70 persen, jadi kalau ada perbandingan itu kita merasa agak PD lah,” tambahnya.

Kurniasih juga menanyakan perihal pengawasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait dengan vaksin-vaksin yang sudah disebarkan ke daerah-daerah, karena ada beberapa jenis vaksin yang didistribusikan ke daerah.

“Kemudian bagaimana BPOM berperan dalam jaminan terhadap vaksin-vaksin lainnya, ini kan baru bicara Sinovac, belum bicara vaksin lainnya. Kemudian saya gak tau, apakah untuk BPOM atau Kemenkes karena disini yang melakukan pengawalan itu BPOM dan juga Bio Farma,” jelasnya. (rht)

Comments

comments