Ekonomi Indonesia Nomor Dua Paling Cepat Pulih Setelah Tiongkok, Ini Alasannya

Ilustrasi-Proyek LRT tengah berlangsung beberapa waktu lalu./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai, perekonomian Indonesia meski saat ini berada di tengah pandemi, sudah mengarah ke dalam tren positif.

“Memang betul terjadi perlambatan ekonomi, tapi tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena tren kita masuk dalam positif,” ujar Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi, Ajib Hamdani dalam diskusi daring yang diselenggarakan BNPB di Jakarta, Selasa (10/11).

Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat karena ditopang oleh jumlah penduduk yang tinggi.

“Saya sampaikan bahwa fundamental ekonomi kita kuat, Indonesia mempunyai penduduk lebih dari 260 juta orang, ini empat besar dunia,” kata Ajib.

Makanya, ia sendiri tidak heran ketika pada bulan Mei lalu, Morgan Stanley mengeluarkan rilis bahwa Indonesia adalah termasuk negara nomor dua yang akan kembali rebound ekonomi lebih cepat setelah Tiongkok.

Menurut dia, ekonomi nasional dapat lebih melesat jika pemerintah Indonesia bisa merealisasikan program Pertumbuhan Ekonomi Nasional (PEN) secara cepat dan tepat.

“Ketika pemerintah bisa mendeliver PP Nomor 23 tahun 2020 mengenai PEN dengan cepat dan tepat maka kuartal IV 2020 kita akan positif. Maka kita punya harapan bagus bagaimana kita menatap tahun 2021 nanti,” ucapnya.

Ajib memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2021 mendatang bakal berada di kisaran 3 persen sampai 4 persen.

Realisasi anggaran PEN per 2 November secara kumulatif sudah mencapai Rp366,86 triliun. Realisasi tersebut mencapai 52,8 persen dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun.

Berdasarkan catatan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), penyaluran program PEN terbesar berasal dari sektor perlindungan sosial yang memiliki pagu anggaran Rp203,9 triliun. Realisasi penyaluran dari sektor tersebut telah mencapai Rp176,38 triliun atau tersalurkan 86,51 persen dari total anggaran.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional pada kuartal IV 2020 mencapai di atas 95 persen.

Menurut Airlangga, serapan anggaran untuk program PEN dapat berkontribusi memulihkan pertumbuhan ekonomi yang kini masih kontraksi, melalui konsumsi dan belanja pemerintah. Saat ini, konsumsi dan belanja pemerintah baru mencapai 9,76 persen.

Kementerian BUMN dan sejumlah BUMN memberikan beasiswa kepada anak berprestasi anggota TNI-Polri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. (ahm)

Comments

comments