Pemerintah Dorong Ekspor Bernilai Tambah

Ilustrasi-Kebun kelapa./Foto: Frepik

Acuantoday.com, Jakarta―Indonesia menembus pasar luar negeri untuk olahan kelapa dengan mengekspor santan kelapa tujuan Jerman dengan volume 70 ribu kg senilai Rp1,6 miliar dan bubuk kelapa tujuan India dengan volume 108 ribu kg senilai Rp1,2 miliar.

“Kemendag terus mendorong ekspor komoditas Indonesia yang bernilai tambah. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong para pelaku usaha di provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan kegiatan ekspor produk bernilai tambah,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat melepas ekspor produk pertanian di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Bintan, Kepulauan Riau, akhir pekan lalu.

Selain Mendag, hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menurut Mendag, komoditas pertanian merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Diharapkan momentum ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjaga neraca perdagangan,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Airlangga menyatakan, komoditas yang diekspor merupakan produk yang 100 persen dari Indonesia dan memiliki nilai tambah tinggi. 

“Kami mengapresiasi para eksportir yang tetap mampu mendorong ekspor di tengah pandemi Covid-19 ini. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di tengah situasi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Pada kunjungan ke Bintan, Mendag juga menghadiri kampanye Indonesia Care yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Selain itu, Mendag menghadiri peluncuran Program Batam, Bintan, Karimun (BBK) Murah yang digelar Kadin Daerah Kepulauan Riau, dan peninjauan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang. (adi)

Comments

comments