Ekspor Komoditi ke Jepang Makin Marak Melalui Bandara Sam Ratulangi

General Manager Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai. ANTARA/Nancy Lynda Tigauw.

Acuantoday.com— Ekspor komoditi ke Jepang melalui Bandara Sam Ratulangi mulai mengalami peningkatan tercermin dari bertambahnya jumlah eksportir dengan volume barang yang semakin meningkat.

“Tidak hanya dari Kota Manado, eksportir asal Jakarta, Ambon, Makassar, Gorontalo, Surabaya, Denpasar dan Yogyakarta juga memanfaatkan Bandara Sam Ratulangi sebagai pintu ekspor ke Jepang,” kata General Manager Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai, di Manado, Sabtu.

Menurut Minggus, banyaknya eksportir memilih Bandara Sam Ratulangi sebagai bandara untuk mengirimkan produk karena jarak tempuh dari Manado ke Jepang yang jauh lebih dekat dibanding dari kota besar di Pulau Jawa dan pulau lainnya.

“Sebagian besar produk yang diekspor yakni hasil perikanan,” katanya.

Ekspor langsung ke Jepang dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita, Tokyo, Jepang, total sudah 16 kali dilakukan. Sejak edisi perdana pada 23 September 2020 hingga terakhir 13 Januari 2021, total komoditas yang diekspor mencapai 263 ton.

Namun komoditi terbanyak berasal dari Manado, yakni sebesar 131 ton atau mencapai 50,16 persen dari total yang diangkut.

Jumlah tonase produk yang diekspor setiap pekan berbeda-beda. Pada tanggal 23 September 2020, jumlah yang diangkut sebanyak 12,12 ton.

Saat itu, komoditas yang diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA8800 baru berasal dari tiga provinsi, yaitu Sulut, Maluku dan Sulawesi Selatan.

“Sejak edisi perdana, jumlah terbesar yang diangkut terjadi pada tanggal 6 Januari 2021 yang mencapai 26,97 ton. Sementara yang paling sedikit terjadi pada edisi berikutnya, 13 Januari 2021 yang hanya 5,6 ton,” kata Minggus.

Pada 13 Januari, komoditas yang diangkut berasal dari empat kota, yaitu Manado sebesar 4,39 ton Gorontalo, 1,11 ton, Makassar 76 kg dan DI Yogyakarta 94 kg.

“Pada 13 Januari 2021, jumlah komoditas yang diangkut memang hanya sedikit. Namun sebelumnya, selalu berada di atas 12 ton. Bahkan dua kali mencapai 19 ton dan sekali 23 ton,” tambah Minggus.

Penerbangan langsung ekspor ke Jepang ini dilakukan setiap Rabu Malam dari Bandara Sam Ratulangi Manado dan tiba di bandara Narita, Tokyo, Jepang pada Kamis pagi.***nin/ant

Comments

comments