Emil Penuhi Panggilan Polisi

Gubernur Jawa Barat penuhi panggilan Bareskrim Polri terkait kasus kerumunan massa acara Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk dimintai kesaksiannya soal kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Datang mengenakan kemeja biru dan dilapisi rompi Satgas COVID-19 Jabar, Emil, begitu sapaannya, tak banyak bicara kepada awak media setibanya di Bareskrim Polri sekira pukul 9.30 pagi.

Ia menolak bila kedatangannya dikaitkan dengan pemeriksaan kasus tersebut. Ia memastikan porsinya hanya sebatas klarifikasi saja. 

“Bukan diperiksa. Hadir ke Bareskrim sebagai kewajiban warga negara untuk dimintai keterangan aja untuk klarifikasi,” kata Emil di Bareskrim Polri, Jumat (20/11). 

Emil enggan menjawab apa yang bakal disampaikan penyidik soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan acara Rizieq di Bogor itu. 

“Ya nanti secara umum dari klarifikasi saya sampaikan. Nanti hasilnya Insya Allah saya sampaikan setelah klarifikasi,” tuturnya.

Perlu diketahui, Emil merupakan satu-satunya pejabat dari rombongan Jabar yang diperiksa Bareskrim Polri. Sebelumnya, Polri melayangkan surat pemanggilan kepada 10 orang, termasuk di dalamnya 6 pejabat daerah di Bogor. 

Sepuluh saksi yang dimaksud, yakni Bupati Bogor Ade Yasin, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Asep Agus Ridallah, Camat Megamendung Endi Rismawan.

Kemudian,Kepala Desa Sukagalih Alwasyah Sudarman, Kepala Desa Kuta Kusnadi, Ketua RW 03 Desa Sukagalih Agus, Ketua RT 01 Marno, Bhabinkamtibmas Megamendung Aiptu Dadang Sugiana, dan Panitia Maulid Nabi dari FPI, Habib Muchsin Alatas. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri, menuturkan pemanggilan Emil ditujukan untuk mengetahui bagaiamana implementasi penanganan COVID-19 di Jabar, khususnya soal penegakkan protokol kesehatan, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020. 

“Bagaimana implementasinya ke bawah, apa perintahnya ke bawah, kemudian beliau mengetahui kejadian kemarin, apa reaksinya apa upayanya tentunya ini yang akan digali penyidik,” kata Awi saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Kamis (19/11) kemarin. (rwo)

Comments

comments