Enam Terduga Teroris Masih Satu Keluarga

Penyidik Polri saat menyampaikan profile foto teroris yang ditangkap di sejumlah dfaerah. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Polri mengonfirmasi bahwa Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap sejumlah terduga teroris di empat wilayah dalam beberapa hari terakhir.

“Benar, pada tanggal 6, 7 dan 8 November 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan preemptive strike di empat wilayah sebagai bentuk atau upaya pencegahan sebelum terjadinya TP (tindak pidana) terorisme,” kata Awi dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Senin (9/11).

Awi menjabarkan, penangkapan pertama terjadi di wilayah Lampung dengan 4 tersangka yang diduga terafiliasi jaringan teroris kelompok Jamaah Islamiah (JI). Mereka berinisial SA (36), S (45), I (44), dan RK (34).

Keempatnya saling berkaitan satu sama lain, karena mempunyai satu kegiatan bersama di sekolah Muslim Adira, di mana I menjadi donator tetap sekolah tersebut dan SA sebagai kepala sekolahnya.

Penangkapan berikutnya berlangsung di wilayah Banten pada 8 November. Saat itu satu orang terduga teroris berinisial AZ (45) berhasil diringkus. Ia teridentifikasi sebagai kelompok Jamaah Islamiah (JI) wilayah Barat.

“Pelaku bukan warga asli sana, tapi hanya menumpang rekannya yang berprofesi penjual es krim. Di sana sudah satu bulan,” kata Awi.

Penangkapan ketiga terjadi di wilayah Sumatera Barat 6 November. Satu orang ditangkap berinisial AD alias S alias Abu Singgalang (39). Berbeda dengan pelaku lain, AD disebut terafiliasi kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD) Sumatera Barat.

AD disebut juga melakukan persengkokolan dengan teroris lain, Abu Aisyah yang telah ditangkap lebih dulu, terkait penggunaan senjata api.

Ia juga dikatakan merencanakan pembuatan bom dengan adiknya dan berencana hijrah ke Filipina untuk bergabung ke Kelompok Mujahidin Timur Indonesia.

Terakhir, penangkapan dilakukan di wilayah Batam, Kepulauan Riau. MA alias Abu Fatih yang merupakan adik AD ditangkap di Jalan Keluar Perumahan Armendo Raya Punggur, Batam pada hari yang sama. Ia juga diduga terlibat kelompok yang serupa, JAD.

MA beserta kakaknya disebut juga oleh polisi berencana melakukan penyerangan terhadap anggota Polsek Akabiliru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.

Awi menegaskan, adik-kakak ini yang melanggar Pasal 15 Juncto Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme, dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Selain itu, mereka disangkakan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api/Amunisi.

“Dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” ujar Awi.(rwo)

Comments

comments