Evaluasi Hari Pertama PPKM di Semarang: Sejumlah Toko Disegel

Sejumlah petugas menyegel toko yang nekat buka di atas jam operasional yang telah ditentukan di Kota Semarang pada hari pertama PPKM./Foto: Acuantoday.com (Humas Pemprov Jateng)

Acuantoday.com, Semarang―Pelaksanaan hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang, Senin (11/1), masih menemui sejumlah pelanggaran.

Salah satunya, ada sejumlah toko yang melanggar aturan jam buka seperti telah ditentukan selama masa PPKM pada 11–25 Januari 2021.

Tim gabungan dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, beserta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, mendapati pelanggaran itu saat beroperasi, Senin malam.

Tim gabungan yang berkeliling di sejumlah titik-titik di Kota Semarang seperti  Kawasan Tlogosari, Jalan Medoho, Jalan Gajah Raya, dan lainnya ditemukan sejumlah toko yang tidak mengindahkan waktu operasional yang ditentukan. 

Tak hanya itu, masih ada segelintir orang yang beraktifitas di luar rumah tidak menggunakan masker.

Akhirnya petugas pun mengambil tindakan dengan menyegel toko yang beroperasi di atas pukul 21.00 dan masyarakat yang tidak mengenakan masker mendapat sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya atau push up.

Menurut Fajar Purwoto selaku Kepala Satpol PP Kota Semarang, pihaknya tidak akan kompromi dengan siapa pun masyarakat atau badan usaha yang melanggar jam aturan saat masa PPKM.

“Kami butuh ketegasan. Kalau kami turun, kami tidak ada kompromi. Barang kita segel,” tutur Fajar melalui rilis Humas Pemprov Jateng yang diterima Acuantoday.com pada Selasa (12/1).

Fajar menambahkan, tim gabungan mengambil tindakan juga berdasarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan kebijakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk menekan laju penyebaran Covid-19 selama dua pekan ke depan.

“Mereka (pemilik toko yang disegel) akan diberikan surat agar menutup toko sesuai jam Perwal. Ini kan Pak Wali (wali kota), Pak Gub (gubernur) sudah luar bisa memberikan arahannya,” lanjut Fajar.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jawa Tengah, Budiyanto Eko Purwono mengatakan, tim gabungan akan terus melakukan operasi yustisi untuk menindak pelanggar protokol kesehatan hingga masa PPKM berakhir pada 25 Januari 2021 mendatang.

“Itu untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Mulai hari ini sampai nanti (25 Januari), kita akan terus-menerus melakukan operasi gabungan,” tegas Budiyanto.

Terakhir, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinoeng N. Rachmadi yang juga merupakan tim gabungan untuk menindak pelanggar protokol kesehatan menegaskan bahwa untuk kali ini tidak ada toleransi untuk semua pihak yang melanggar aturan.

Ia juga menghimbau kepada pelaku wisata untuk mematuhi jumlah pengunjung dan jam operasional yang dibatasi.

“Kita melakukan tindakan kolaborasi. Bagaimanapun yang kita pertaruhkan adalah kesehatan masyarakat. Jadi enggak ada kata lain, enggak ada toleransi, Anda harus patuh,” papar Sinoeng. (alvin)

Comments

comments