Firli Ingatkan Pejabat terhadap Jebakan “Sinterklas”

Acuantoday.com, Jakarta-Ketua KPK Firli Bahuri mewanti-wanti penyelenggara negara untuk tak terjebak gratifikasi Natal dari pihak-pihak yang mempunyai maksud dan kepentingan tertentu. 

Firli mengibaratkan, bingkisan atau bentuk apapun pemberian yang disodorkan pihak-pihak tertentu dalam setiap momen Natal, sebagai taktik “Sinterklas”. 

Jika sosok Sinterklas selalu memberi kado tanpa pamrih, sebaliknya berubah sikap jadi orang yang mengharapkan timbal balik.

“Pihak-pihak inilah yang memainkan taktik ‘Sinterklas’, hanya memberi-tak harap kembali’, hingga telah banyak abdi negara yang tertipu daya hingga terjerembap dalam pusaran korupsi,” kata Firli dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12). 

Firli tak menampik tradisi tukar kado dalam Natal, namun tradisi itu akan berubah maknanya ketika seorang penyelenggara negara yang mendapat hadiah dari pihak tertentu. Terlebih posisinya strategis dalam mengambil kebijakan. 

“Memang, bagi-bagi atau tukar menukar kado dan bingkisan menjadi budaya dalam perayaan keagamaan, namun akan menjadi bahaya jika melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan atau maksud tertentu,” tuturnya.

Sayangnya, dalam temuan komisi antirasuah, kata Firli, tidak sedikit aparatur pemerintah dan negara yang justru meminta bingkisan.

“Bukan hanya terjebak, tidak sedikit aparatur pemerintah dan negara yang malah mencari, bahkan meminta bingkisan atau kado mewah, agar tampil glamor saat hari raya,” imbuhnya. 

Segala tindakan gratifikasi, ucap Firli, bakal ditindak sesuai hukum, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 5 UU Tipikor Nomor 20 Tahun 2001. 

Berlaku, baik bagi penerima dan pemberi. Hukumannya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun atau pidana denda.

“Jikalau hal itu terjadi (suap menyuap), KPK akan menjerat mereka. Data empiris yang KPK miliki menunjukkan tindak pidana terbanyak yang kami tangani adalah perkara suap-menyuap,” katanya. (rwo)

Comments

comments