FPI Advokasi 455 Demonstran 1812 yang Ditangkap

Dokumentasi - Polisi mengamankan jalannya aksi demo 1812 yang menunut pembebasan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) MUhammad Rizieq Shihab.(Foto : Rahmat/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Sebanyak 455 demonstran ditangkap polisi dalam unjuk rasa bertajuk 1812 dengan tuntutan pembebasan Rizieq, yang berlangsung Jumat, (18/12). Polisi mengamankan demonstran saat hendak menuju lokasi demo maupun mereka yang berada di titik aksi di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Dari ratusan massa aksi yang diciduk, polisi menetapkan 7 tersangka. Mereka diduga membawa senjata tajam (sajam) dan narkoba jenis ganja. Hingga kini, belum ada kabar lebih lanjut soal nasib mereka yang ditangkap. Yang jelas, semuanya diamankan di beberapa polres, Polda Metro Jaya hingga Batalyon Infanteri Jaya Yudha 201, Jakarta Timur.

Merespons hal ini, Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar, siap mendampingi mereka yang ditangkap. FPI bakal menggandeng Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) dalam upaya proses hukum.

Aziz merasa perlu mengadvokasi ratusan demonstran tersebut, menyusul kepentingan mereka yang ingin keadilan bagi Rizieq dan kasus penembakan 6 Laskar FPI.

“Di situ (mau membela) titik berangkatnya. Sama-sama punya kepentingan, ya kami harus turun bantu,” ujar dia kepaada Acuantoday.com, Minggu (20/12).

Dalih penangkapan polisi, menyebutkan ratusan demonstran itu enggan melakukan tes COVID-19, selain beberapa di antaranya terlibat bentrok dengan aparat saat aksi pecah.

Aziz menilai, alasan polisi patut dipertanyakan. Sebab, sarat kepentingan untuk menghalang-halangi jalannya unjuk rasa. Ia membandingkan kerumunan massa serupa dalam kampanye dan tahapan lain Pilkada Serentak 2020, yang tak tersentuh tangan polisi.

“Ditangkap karena gak mau tes covid, lalu apa kabarnya kerumunan massa saat kampanye atau sesudah Pilkada. Kenapa ga ada pemeriksaan juga?” tanya dia.

Polisi mencatat, setidaknya ada 28 demonstran yang reaktif virus corona. Mereka kemudian dialihkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat untuk jalani tes swab. (rwo)

 

Comments

comments