Fraksi Gerindra di DPR Minta Rizieq Tidak Dipidana

Anggota DPR RI Fraksio Partai Gerindra Habiburokhman. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman menyarankan kasus kerumunan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab diselesaikan secara dialog yang evaluatif ketimbang dari sudut pandang pidana.

“Kami menyarankan kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab diselesaikan dengan dialog yang evaluatif. Agak sulit kalau hanya menyelesaikan kasus ini dari sudut pidana saja,” kata Habiburokhman dalam keterangan tertulis, Kamis (3/11).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyinggung soal kelalaian Pemerintah atas kerumunan massa Habib Rizieq. Hal itu terlihat dengan tidak siaganya aparat sebelum massa membludak ke acara Habib Rizieq. Untuk itu, baiknya masalah ini diselesaikan dengan dialog.

“Alasan pertama karena sepertinya tidak ada tahapan edukasi dan pencegahan maksimal yang dilakukan penyelenggara negara sebelum terjadinya kerumunan tersebut. Padahal, informasi kepulangan Habib Rizieq sudah beredar beberapa hari sebelumnya,” ucap Komisi III DPR RI ini.

Dikatakan Habiburokhman, masalah kerumunan di acara Hanib Rizieq ini mendapat perhatian publik, hingga masyarakat akan menilai penerapan keadilan oleh aparat penegak hukum jika masalah ini di bawah ke pidana. Padahal, kasus serupa juga terjadi saat demo menolak Undang-Undang Omnibus Law dan tahapan pilkada.

“Alasan kedua, karena, jikalau baru saat ini kasus kerumunan diusut secara pidana, maka publik akan menuntut hal yang sama pada kasus kerumunan lain, seperti rangkaian demo besar di berbagai kota menolak omnibus law, atau kerumunan pada pilkada,” jelasnya.

Rentetan masalah ini tidak mungkin ditegaskan seadil-adilnya oleh aparat kepolisian. “Nyaris tidak mungkin jika semua dilakukan penegakan hukum karena akan banyak sekali orang masuk penjara,” ujarnya.

Juru bicara Partai Gerindra ini menjelaskan, penyelesaian kasus kerumunan di acara yang dihadiri Habib Rizieq lebih bermanfaat dengan cara dialog, ketimbang pidana. Buat Habiburokhman, hukuman pidana diterapkan jika Habib Rizieq kembali melakukan hal serupa dikemudian hari.

“Penyelesaian kerumunan terkait Habib Rizieq secara pidana manfaatnya tidak terlalu besar, justru akan jauh lebih besar jika kita ke depankan dialog yang evaluatif,” sarannya.

“Kita sepakati bersama bahwa kemarin terjadi kesalahan dan untuk ke depan kita berkomitmen tidak membuat kerumunan lagi. Barulah di masa yang akan datang bisa dilakukan penindakan jika kembali terjadi kerumunan,” tutupnya. (rht)

Comments

comments