Fraksi PDIP DPR Salahkan PBSI, Lho?

Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira. (Foto : Biro Pemberitaan DPR RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira mengatakan, langkah pihak penyelenggara All England untuk mengeluarkan tim Indonesia bukan kesalahan mereka, tetapi hal tersebut adalah kesalahan pengurus di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Ini terjadi karena pengurus PBSI dan tim official kita kurang memahami aturan-aturan internasional, atau regulasi di negara tempat event internasional berlangsung,” kata Andreas saat dihubungi, Jumat (19/3).

Dikatakan Andreas, regulasi dalam satu negara itu tidak bisa diubah oleh negara lain, tetapi harus disesuaikan dengan regulasi tersebut. Untuk itu, kesalahan dikeluarkan Indonesia dari All England adalah kesalahan PBSI.

“Kita tidak bisa mengubah regulasi di negara orang, namun kita harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan regulasi negara lain apabila ingin terjun dalam arena olahraga internasional,” ucapnya.

Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengaku kecewa kepada PBSI yang tidak mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, karena saat menggunakan pesawat komersil sangat rentan tertularnya Covid-19. Untuk itu, harusnya PBSI bisa mengantisipasi dengan menyewa jet pribadi.

“Kalau tahu bahwa menggunakan penerbangan reguler sangat berisiko pada penularan aturan Covid-19, seharusnya tim Indonesia tidak menggunakan pesawat reguler,” ungkapnya.

“Kalau memang dibutuhkan, pengurus atau tim official seharusnya mencarter private jet untuk kontingen Indonesia demi menghindari tertular dan regulasi di Inggris sebagaimana yang saat ini terjadi,” tambahnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika opsi menyewa jet pribadi tidak bisa tertangani, maka tim Indonesia harusnya lebih awal berangkat ke Inggris, hingga ada waktu untuk para pemain menjalani karantina mandiri apabila dibutuhkan.

“Kalau tidak menggunakan private jet, ya datanglah lebih awal. Sehingga apabila terjadi kasus seperti yang saat ini terjadi di Inggris, pemain punya waktu untuk karantina mandiri,” jelas Andres. (rht)

Comments

comments