Fugu, Makanan Beracun Berharga Mahal

shusi fugu-- sumber gambar youtube travel thirsty

Acuantoday.com— Ini adalah bahan makanan paling beracun di dunia. Tapi ditangan koki yang tepat bahan makanan beracun itu dapat diolah menjadi aneka makanan lezat dan aman dikonsumsi. Itulah pufferfish atau fugu atau kerap juga disebut ikan buntal.

Tak banyak yang berani mencobanya karena kalau salah memasak makanan ini bisa membuat  nyawa melayang. Jadi koki adalah kuncinya.

Koki Fugu— sumber gambar youtube travel thirsty

Sebagian orang Jepang maupun Korea, gemar makan ikan ini. Padahal harganya tidak murah. Mahalnya harga masakan fugu selain karena kesulitan mendapatkan ikan tersebut juga karena bayaran koki yang memasak fugu cukup tinggi.

Ini memang bukan ikan sembarangan. Banyak negara di Asia menolak fugu karena khawatir salah mengolahnya. Bahkan di Jepang, sekalipun fugu adalah kuliner resmi yang bebas beredar, namun tidak untuk makanan Kaisar Jepang. Ini adalah satu-satunya makanan resmi yang dilarang bagi Kaisar demi keselamatannya.

sumber gambar youtube travel thirsty

Berbicara racun, bagian mana dari ikan tersebut yang beracun?

Racun pada ikan ini terdapat pada organ reproduksi, hati, dan usus ikan disebut tetrodotoxin. Bisa menyebabkan darah tinggi, mati rasa yang dan paralysis urat yang bisa menyebabkan kegagalan dalam bernafas dan kematian.

shusi fugu– sumber gambar youtube travel thirsty

Harga ikan ini menjadi mahal karena memerlukan keahlian khusus untuk mengelolanya. Karena dapat menyebabkan kematian secara mendadak, hanya koki yang memiliki sertifikat fugu yang dapat mengolahnya. Untuk mendapatkan sertifikat koki fugu, Anda harus belajar selama tiga tahun, tertulis maupun praktek. Karena sulitnya, maka secara umum hanya 30% yang berhasil lulus dan memperoleh sertifikat koki fugu.

Tiap jenis fugu memiliki bagian tubuh beracun yang berbeda. Pengetahuan ini wajib dimiliki oleh si koki. Fugu yang sudah diolah, biasanya berharga mahal. Satu porsi berkisar antara 100 sampai 200 dollar  AS. ***dian

 

Comments

comments