Angkasa Pura dan Pertamina Sepakat Restrukturisasi Utang Garuda

Desain "mask livery" (livery pesawat dengan masker) terbaru hasil karya anak negeri bertajuk "Indonesia Pride" pada armada B737-800 NG./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyepakati penyelesaian restrukturisasi kewajiban utang usaha terhadap PT Angkasa Pura 1 (Persero), PT Angkasa Pura 2 (Persero) dan PT Pertamina ( Persero).

Langkah ini sebagai bagian dari komitmen sinergisitas BUMN dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui dukungan terhadap akselerasi kinerja Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional.

Penyelesaian proses restrukturisasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama restrukturisasi antara Garuda Indonesia bersama AP1, AP2, dan Pertamina.

Bunyi kesepakatannya adalah relaksasi pembayaran kewajiban Garuda melalui perpanjangan waktu pembayaran kewajiban biaya operasional terhadap AP 1, AP 2 dan Pertamina selama tiga tahun dari total outstanding kewajiban perseroan yang tercatat hingga akhir Desember 2020 terhadap ketiga entitas tersebut.

Dirampungkannya proses restrukturisasi ini tidak terlepas dari peran serta pemerintah melalui Kementerian BUMN dalam mendukung upaya akselerasi pemulihan kinerja perseroan. 

“Restrukturisasi ini tentunya kami harapkan dapat menunjang upaya penyehatan kondisi finansial Garuda Indonesia khususnya melalui optimalisasi performa likuiditas perseroan dengan adanya dukungan dari AP1, AP2, dan Pertamina atas relaksasi periode waktu pembayaran kewajiban perseroan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/1).

Irfan menyampaikan, apresiasi terhadap AP1, AP2 dan Pertamina atas komitmen sinergitas BUMN yang telah terjalin dengan solid, hingga dapat tercapainya kesepakatan restrukturisasi yang tentunya mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam kaitan dengan proses recovery yang dilaksanakan oleh Garuda Indonesia secara keseluruhan, khususnya dalam memaksimalkan perannya sebagai maskapai nasional Indonesia guna menunjang geliat perekonomian dan pariwisata nasional.

Ia mengaku optimistis melalui sinergi ekosistem industri penerbangan yang semakin baik ini akan menjadi fondasi fundamental dalam mendukung keberlangsungan usaha yang lebih optimal bagi masa depan bisnis Garuda Indonesia ke depannya. 

“Melalui restrukturisasi kewajiban perseroan ini, kami harapkan Garuda Indonesia dapat semakin bergerak dinamis memaksimalkan langkah upaya pemulihan kinerja, melalui berbagai langkah strategis dalam memperkuat fokus bisnis perseroan secara berkelanjutan,” katanya. (ahm)

Comments

comments