Gatot Tak Hadir ke Istana, Arsul: Mungkin Ingin Tetap Jaga Jarak dengan Pemerintah

Presiden Joko Widodo dan mantan Panglima TNI Jenderal Purn. Gatot Nurmatyo. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meminta publik tidak meributkan ketidakhadiran mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo saat penganugerahan bintang mahaputra kepada putera-putri terbaik bangsa.

“Yang penting kewajiban pemerintah sudah selesai. Untuk mengapresiasi salah satu putera terbaiknya,” kata Arsul Sani usai acara konferensi nasional kedua etika kehidupan berbangsa di Senayan, Rabu (11/11).

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, sikap Gatot Nurmantyo jangan dijadikan persoalan, karena itu adalah hak warga negara. Bahkan, publik tidak mengaitkan masalah ini dengan politik.

“Tentu yang tahu pak Gatot sendiri. Bisa jadi dari sisi politik dia ingin tetap menjaga jarak dengan pemerintah saat ini. Itu kan hak beliau,” ujarnya.

Ia berpandangan hal itu tidak menjadi sebuah masalah, dan Pemerintah tidak perlu merasa tertampar dengan keputusan Gatot Nurmantyo.

“Santai ajalah. Sama santainya pertemuan Anies Baswedan dengan Habib Rizieq,” tutup Wakil Ketua MPR itu.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berpendapat ketidakhadiran Gatot Nurmantyo merupakan bagian dari hak setiap warga Segara untuk menerima, atau menolak sebuah penghargaan yang diberikian negara.

“Itu hak setiap warna negara untuk menolak atau menerima sebuah penghargaan,” kata Bamsoet saat jumpa pers Konferensi Nasional II Etika Kehidupan Berbangsa.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, Gatot sudah menyurati presiden ihwal alasannya tidak dapat hadir dalam acara penyematan bintang Mahaputera tersebut.

“Dalam suratnya, Pak Gatot Nurmantyo itu menyatakan menerima bintang jasa itu, tetapi beliau tidak bisa hadir karena alasan suasana Covid-19,” kata Mahfud dalam keterangannya.

Dijelaskan Mahfud, meski tidak hadir di Istana saat penyematan penghargaan, Gatot tetap akan menerima penghargaan Bintang Mahaputera. Lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, penghargaan tersebut akan dikirim lewat Sekretaris Militer.

“Oh iya nanti dikirim lagi melalui Sekretaris Militer, beliau kan mengatakan di sini beliau menyatakan menerima ini sehingga, hanya tidak bisa hadir penyematannya,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments