Geger Polisi Tulungagung Dangdutan saat Pandemi, Mabes Polri: di Sana Sudah Zona Kuning

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri merespons video viral polisi di Jawa Timur yang menggelar dangdutan di tengan pandemi COVID-19. Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Humas Polri merespons sebuah video viral di media sosial, yang menampilkan personel polisi tengah berjoget ria ditemani biduan dalam acara dangdutan di tengah pandemi COVID-19. Kejadian itu diketahui berlangsung di Gondang, Tulungagung, Jawa Timur.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Awi Setyono, tak menampik acara dangdutan ini merupakan inisiasi Polsek Gondang. Acara digelar dalam rangka acara pisah sambut Kapolsek Gondang yang baru.

Awi mengatakan, acara dalam video itu terjadi pada awal Agustus. Saat itu, daerah tersebut diklaim tidak masuk zona merah dan bukan termasuk daerah yang terkena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Masih diselidiki siapa yang membuat (videonya), tapi intinya Tulungagung, termasuk Gondang sudah tiga bulan ini kan memang zona kuning. Kemudian 9 September itu new normal dan Tulungagung tidak PSBB lagi seperti Surabaya,” ujarnya dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Senin (5/10/2020).

Jenderal bintang satu ini lebih mempersoalkan siapa penggugah videonya, karena dianggap mendiskreditkan martabat kepolisian.

Untuk diketahui, video viral yang dimaksud sudah tersebar luas di media sosial, salah satunya bisa dilihat di akun Twitter @BuruhPanggung. Dalam menit awal rekaman berdurasi 60 detik itu, menayangkan polisi tengah melakukan operasi yustisi di tengah hajatan warga

Seolah menggambarkan hal paradoks, di menit pertengahan sampai akhir video, justru ditampilkan cuplikan para aparat polisi bermasker tengah asyik berdendang sembari berjoget menikmati lagu dangdut.

“Kalau dilihat dari kasusnya itu memang seperti mendeskreditkan polisi, kenapa sekarang Operasi Yustisi ini kok ada polisi joget-joget,” sanggah Awi.(rwo)

Comments

comments