Gema Tahlil Mengiringi Pemakaman Gusti Hadi

Prosesi pemakaman almarhum KGPH Hadiwinoto.

Acuantoday.com, Yogyakarta– Gema tahlil mengiringi prosesi pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, Kamis (1/4/2021). Kalimat “lailahaillallahu muhammadurrosulullah” dikumandangkan okeh warga dan Abdi Dalem Kraton Yogyakarta, dari rumah duka di Jalan Kenari Umbulharjo hingga tempat tempat Pemakaman Raja-Raja Kotagede Yogyakarta.

Puluhan abdi dalem, kerabat keluarga, dan juga sejumlah warga mengiringi pemakaman Gusti Hadi (panggilan akrab KGPH Hadiwinoto dari rumah duka sekitar pukul 09.45 WIB. Almarhum beserta keluarga dan kerabatnya tiba di Pasareyan Hastorenggo, Kotagede, Kota Yogyakarta pukul 10.00 WIB.

Prosesi pemakaman almarhum KGPH Hadiwinoto.

Tidak ada upacara khusus yang digelar di makam untuk cucu-cucu Raja Keraton Yogyakarta itu. Namun saat sebelum dikubur, jenazah almarhum diazankan dan setelah lubang lahat tertutup oleh tanah dibacakan. Usai doa sanak keluarga dan kerabat Kraton menabur bunga sambil berdoa.

Kerabat Gusti Hadiwinoto, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat, yang hadir dalam prosesi pemakaman itu, mengaku cukup kehilangan sosok saudaranya tersebut.

“Mas Hadiwinoto ini kan seperti Lurah Pangeran yang memimpin Pangeran (adik-adiknya) dia sangat sabar, bijaksana, dan juga ikut membela kebenaran, meski ada hal yang tidak cocok dengan Sri Sultan,” kata Gusti Yudhaningrat kepada wartawan di Pasareyan Hastorenggo, Kotagede.

Ia mengatakan bahwa saudaranya tersebut memang meminta dimakamkan di Makam Hastorenggo. Bahkan dia sendiri yang membuatkan bangunan untuk dirinya jika wafat.

“Dia sebenarnya menyiapkan tempat (pemakaman) di sini, jadi lebih gampang. Jika di Imogiri (Pemakaman Raja-Raja) harus pakai jarik dan sebagainya,” ujar Gusti Yudho.

Terpisah, Penghageng Puroloyo Kotagede-Imogiri, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hastononingrat menjelaskan, setelah kabar wafatnya Gusti Hadiwinoto, pihaknya langsung menyiapkan Pemakaman di Pasareyan Hastorenggo.

“Setelah diberitahu Gusti Hadiwinoto meninggal, saya langsung menyiapkan Pemakaman di sini, karena Gusti sendiri meminta dimakamkan disini,” ujar dia.

Hastononingrat menerangkan bahwa Pasareyan Hastorenggo dikhususkan bagi wayah dalem atau cucu-cucu Raja Keraton Jogja.

“Jika disini khusus untuk wayah dalem. Namun untuk adik dan Raja Keraton bisa dimakamkan di tempat ini, bisa juga di Imogiri, Bantul. Tetapi Gusti Hadiwinoto meminta dimakamkan di sini, karena agar bisa dekat dengan anak-anaknya nanti (ketika wafat),” ujarnya. (Chaidir)

Comments

comments