Geram Lambat Tangani Korupsi Bansos, MAKI Adukan Penyidik KPK ke Dewas

Dokumentasi - Bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 dari pemerintah yang disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.(Foto : Istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta―Aktivis dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan penyidik KPK yang menangani kasus korupsi bantuan sosial (bansos) korona ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

MAKI merasa geram karena menganggap penyidik KPK yang menangani kasus ini lambat memanggil politikus PDIP yang jadi anggota DPR RI Ihsan Yunus. Mereka mendorong KPK agar berani membongkar kasus walau berhadapan dengan kader partai penguasa.

“Kami mengadukan dugaan tidak profesionalnya penyidik perkara korupsi penyaluran sembako bansos Kemensos dengan tersangka Juliari Batubara dkk di mana penyidik tidak melakukan pemanggilan dan/atau usulan pemanggilan sebagai saksi kepada Ihsan Yunus (anggota DPR RI) untuk membuat semakin terang perkara tersebut,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman di Jakarta, Kamis (11/2).

Boyamin menjelaskan, pihaknya menilai Penyidik KPK kurang tegas padahal pada panggilan pertama Ihsan Yunus tidak hadir. 

Selain itu, Ihsan juga dinilai tidak mengindahkan kewajibannya sebagai anggota DPR RI untuk kooperatif dalam mendukung penegakan hukum.

“Pemanggilan sebagai saksi Muhammad Rakyan Ikram (adik/Saudara Ihsan Yunus) dan Agustri Yogasmara (operator Ihsan Yunus) dan telah melakukan 2 kali rekonstruksi terkait Ihsan Yunus,” ujarnya.

Dalam pendalaman kasus, nama Ihsan Yunus yang anggota Komisi VIII dibidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan itu disebut bertemu dengan tersangka Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos RI dan Syafii Nasution di ruang Matheus Joko pada Februari 2020.

Sehingga, ucap Boyamin, Ihsan Yunus patut diduga tahu dengan apa yang dilakukan terduga pelaku, sehingga KPK mestinya memanggil lagi Ihsan agar bisa memberikan keterangan demi membongkar korupsi Bansos.

“Bahwa penyidik telah melakukan serangkaian kegiatan terkait Ihsan Yunus sebagaimana tersebut di atas, namun demikian hingga saat ini belum pernah diberitakan kegiatan pemanggilan dan pemeriksaan Ihsan Yunus sebagai saksi,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments