Golkar Minta UU Pemilu Tak Perlu Direvisi, Pilkada Baiknya di Tahun 2024

Ketua Bappilu Golkar Maman Abdurahman. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Bappilu Golkar Maman Abdurahman menilai Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu baiknya tidak perlu direvisi saat ini, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bagusnya berlangsung di 2024, meski dalam UU Pemilu menjadwalkan Pilkada dilaksanakan pada 2022 dan 2023.

“Sangat rasional dan masuk akal apabila ada pihak yang menginginkan UU Pemilu tidak perlu direvisi lagi mengingat UU tersebut baru disahkan pada periode yang lalu di tahun 2016,” kata Maman kepada wartawan, Jumat (29/1).

Dikatakan Maman, Undang-Undang (UU) Pemilu yang baru disahkan pada 2016 kemarin belum diketahui berhasil atau tidak, karena Pemilu selanjutnya jatuh pada 2024 nanti.

“Artinya, kita belum bisa mengatakan apakah UU Pemilu yang baru disahkan di tahun 2016 lalu ini berhasil atau tidak mengingat pelaksanaan pemilu serentaknya di tahun 2024 belum dijalani,” ujarnya.

Maman yakin para kepala daerah yang habis masa jabatan tahun 2022 dan 2023 tak mempermasalahkan, jika Pilkada ditarik ke 2024. Maman menyebut UU Pemilu yang berlaku saat ini disahkan tahun 2016, sehingga tidak terkait dengan kepentingan politik kepala daerah yang habis masa jabatan 2022/2023.

“Para kepala daerah yang akan berakhir di tahun 2022 dan 2023 saya meyakini mereka semua sangat menyadari kok bahwa tidak akan ada lagi pemilihan di tahun 2022 dan 2023 karena UU Pemilu ini disahkan di tahun 2016,” ucapnya.

“Artinya, pada saat mereka maju pada kontestasi politik di tahun 2017 dan 2018, sudah sangat paham dan mengerti betul bahwa tidak akan ada lagi pemilihan di tahun 2022 dan 2023 karena akan diserentakkan di tahun 2024 semuanya,” tambahnya.

Maman menegaskan UU Pemilu yang saat ini berlaku sebaiknya dilaksanakan terlebih dahulu, agar ada kepastian politik jangka panjang.

“Kita jalani saja dulu UU Pemilu yang sudah ada ini supaya jangan sedikit-sedikit diubah dan ada kepastian politik jangka panjang bagi kita semua para pelaku politik,” tutupnya. (rht)

Comments

comments