Gugatan Pembatasan Kebebasan Mimbar Akademik Ditolak MK

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman./ Foto : antara

Acuantoday.com, Jakarta- Mahkamah Kosntitus (MK) menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menyoal pembatasan mimbar akademik tidak diterima Mahkamah Konstitusi karena permohonan dinilai kabur.

“Pokok permohonan pemohon kabur sehingga permohonan tidak dipertimbangkan lebih lanjut,” ujar Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (29/9) yang disiarkan secara virtual.

Permohonan yang diajukan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya bernama Muhammad Anis Zhafran Al Anwary itu menuntut agar mahasiswa juga mendapatkan hak kebebasan menggunakan mimbar akademik sebagaimana profesor dan/atau dosen.

Pemohon menyatakan terdapat keresahan di kalangan mahasiswa dengan maraknya pembatasan diskusi, seminar, perbincangan publik dan kegiatan sejenisnya yang melibatkan mahasiswa sebagai pembicara.

Anis Zhafran juga menyatakan tidak jarang mahasiswa mendapat intimidasi, teror, ancaman verbal maupun nonverbal karena otoritas dan kualifikasi akademik mahasiswa di bawah dosen atau guru besar.

Pemohon juga khawatir pasal a quo dipergunakan sebagai alasan bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mempersempit ruang gerak dan partisipasi mahasiswa untuk bersuara dalam ruang publik dengan ilmu yang didalaminya.

Namun, Mahkamah menekankan mahasiswa semestinya dapat menyatakan secara terbuka dan bertanggung jawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun ilmu dan cabang ilmunya dengan tetap berada di bawah naungan guru besar dan/atau dosen yang memiliki otoritas dan wibawa ilmiah.

Untuk itu, permohonan pemohon dinilai tidak memiliki kesesuaian antara tuntutan dan alasan yang diajukan. Pemohon juga dinilai telah mengetahui terdapat ketidaksetaraan antara mahasiswa dan guru besar dan/atau dosen.

Mahkamah Konstitusi menegaskan kebebasan mimbar akademik merupakan wewenang guru besar/dosen, tetapi tidak menutup kesempatan mahasiswa untuk berpendapat di dalam forum mimbar akademik.

Hak berpendapat mahasiswa dalam sebuah mimbar akademik tetap berada di bawah naungan profesor dan/atau dosen yang memiliki otoritas dalam rumpun dan cabang ilmunya.(har)

Comments

comments