Gunakan Dinar dan Dirham, 3 Pasar Muamalah di Bantul Ditutup

Billboard dengan tulisan Pasar Muamalah yang terletak Jalan Parangtritis, Sewon, dilepas lantaran pasarnya ditutup pemerintah. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta – Pasca ditangkapnya Zaim Saidi, pencetus Pasar Muamalah yang menggunakan transaksi mata uang dinar dan dirham, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menindaklanjutinya dengan menutup tiga Pasar Muamalah yang ada di wilayahnya.

Tiga Pasar Muamalah yang ditutup ada di Jalan Parangtritis KM 4,3 Dusun Saman, Bangunharjo Sewon; Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo, Pepe Trirenggo; dan di depan Stasiun Rewulu Kecamatan Sedayu.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Sukrisna Dwi Susanta, transaksi pembayaran di ketiga Pasar Muamalah tersebut menggunakan koin dirham dan dinar. Praktik ini sama dengan yang dilakukan oleh pasar muamalah di Depok, Jawa Barat.

“Tapi, berdasarkan pengakuan koordinatornya, penggunaan uang dinar memang jarang dilakukan karena nilainya memang tinggi,” kata Sukrisna, Jumat (5/2/2021).

Sukrisna menjelaskan sebelum menjadi Pasar Muamalah, ketiga pasar itu awalnya adalah pasar dadakan. Namun setelah berjalan beberapa bulan, pasar kaget itu berubah nama menjadi Pasar Muamalah, seusai salah seorang pedagang dari Dusun Saman, Bangunharjo Sewon yang bernama Kusnaini mengenal sang pencetus Pasar Muamalah, Zaim Saidi.

Seiring berjalannya waktu, Kusnaini, yang juga sebagai Koordinator Pasar Muamalah disitu kemudian memiliki 40 orang anggota pedagang Pasar Muamalah di Dusun Saman, Desa Bangunharjo Sewon.

Para pedagang yang 75 persen menjajakan makanan ringan itu baru kemudian mendirikan Pasar Muamalah baru yakni di Dusun Pepe, Desa Trirenggo dan Sedayu.

“Dia memang koordinator di Bantul. Di Sedayu jumlah pedagang tidak sampai 10, dan yang di Bantul sekitar 10 pedagang,” kata Sukrisna.

Sukrisna menyatakan pihaknya bersama dengan kepolisian langsung bergerak dan menutup tiga pasar tersebut. Sebelum Pasar Muamalah ditutup, banyak pedagang yang masih menggunakan uang rupiah, tetapi para komunitas pedagang itu juga menyediakan transaksi dengan menggunakan koin dirham dan dinar.

“Setelah memertimbangkan banyak hal. Ketiga pasar itu untuk tutup. Kami sebelumnya juga beri arahan jika melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang asing itu salah dan melanggar undang-undang,” tegas Sukrisna.

Seperti diberitakan, Zaim Saidi sebelumnya ditangkap oleh penyidik Dit Tipideksus Bareskrim Polri pada Selasa (2/2) malam. Dia ditangkap selaku pendiri Pasar Muamalah Depok yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi keuangan.

Penggunaan dinar dan dirham sebagai alat transaksi keuangan di Pasar Muamalah Depok sempat menghebohkan jagat media sosial. Belakangan terkuak bahwa Pasar Muamalah Depok yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat itu telah beroperasi sejak 2014 silam. (Chaidir)

Comments

comments