Gus Nabil Nilai Kebijakan Pemerintah Tekan Kasus Korona

Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta—Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen menyebutkan, kebijakan pemerintah dinilai berdampak pada penurunan kasus Covid-19 di tanah air.

Muchamad Nabil Haroen yang juga akrab disapa Gus Nabil salam keterangan pers diterima di Jakarta, Jumat (12/2), menilai pemerintah selalu mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan eksekusi program yang tepat.

Dia mencontohkan pemerintah menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dengan pendekatan sosial.

“Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga,” kata Nabil.

Nabil mengatakan, dalam konteks pendekatan sosial, pemerintah menggandeng ormas Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, warga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk keindonesiaan.

Pemerintah juga serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses dalam menjalan program vaksinasi.

“Jelas sekali PPKM berpengaruh pada penurunan Covid-19. Tapi jangan lupa juga ada faktor-faktor lain, misal semakin banyaknya warga yang sadar kesehatan, pakai masker, menaati protokol kesehatan, dan hal-hal lain yang membantu penanganan pandemi,” kata Nabil.

Lebih lanjut dia mengatakan, semua pihak harus terus bekerja sama, saling menguatkan. Pemerintah, kata dia menyiapkan program-program strategis, terkait infrastruktur kesehatan dan hal lain.

“Nah, warga juga saling bantu untuk menguatkan diri, menahan diri untuk tidak bepergian, kecuali hal penting. Juga menguatkan solidaritas sosial antar warga, semua itu akan jadi kunci untuk penanganan pandemi,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu.

Menurut Nabil, PPKM mikro juga dalam rangka menangani pandemi secara spesifik. Jika semua pihak sadar tantangan pandemi dan satu pemahaman dalam penanganan, maka menurutnya masalah pandemi bisa segera diatasi.

Dia menilai pemerintah juga menstimulasi ekonomi dengan beberapa program, di antaranya padat karya.

“Jadi memang diharapkan, nanti ekonomi menggeliat, pasar menjadi pulih kembali. Di antara strateginya dengan program padat karya, ini akan menggerakkan banyak warga agar bisa pulih secara ekonomi,” katanya. (asy)

Comments

comments