H-1 Penerapan PSBB Pusat Ritel Antisipasi Panic Buying

Kondisi di pasar swalayan Naga di Ciracas, Jakarta Timur menjelang PSBB jilid II. Tak tampak lonjakan pengunjung hingga siang hari. Foto: Rohman Wibowo Foto Roman/Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Fenomena panic buying saat menjelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada awal April lalu, diharapkan tidak lagi terulang.

Seperti diungkap Pipit, Manager on Duty Hypermart  Pejaten Village di bilangan Jakarta Selatan.. Pipit mengatakan saat itu terjadi lonjakan pengunjung dari yang sebelumnya 1.500-1.800-an pengunjung (pada hari libur) menjadi 2.500-an orang.

“Sewaktu panic buying dulu, untungnya kami punya stok barang yang cukup,” kata Pipit kepada wartawan Acuantoday.com, Minggu (13/9/2020).

Namun, hingga H-1 penerapan PSBB, Pipit mengaku belum ada tanda-tanda fenomena panic buying. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah menyiapkan diri apabila fenomena tersebut kembali terulang.

“Hari weekend ini jumlah pengunjung normal-normal saja. Gak jauh berbeda dari hari Sabtu-Minggu kemarin,” ungkap Pipit.

Erna (32), salah seorang pengunjung menyikapi santai wacana penerapan PSBB jilid II. Baginya, perilaku panic buying yang terjadi saat PSBB periode awal disebabkan karena masyarakat masih gagap dengan aturan dan situasi wabah pandemi.

“Ini saya belanja emang rutin dua minggu sekali. Normal-normal aja yang saya beli,” tuturnya.

Bergeser ke pusat ritel di Jakarta Timur, tepatnya di Pasar Swalayan Naga, nyatanya tak ditemukan juga lonjakan pengunjung jelang PSBB jilid II besok. Asep, petugas keamanan setempat mencatat jumlah pengunjung hingga pukul 1 siang mencapai 500 orang.

“Itu jumlah yang normal kayak hari libur biasanya,” ucapnya.

Jumlah itu, diakuinya tak sebanyak saat H-1 PSBB periode awal yang jumlahnya mencapai 700-800 orang saat siang hari.(Rohman/har)

Comments

comments