Hadiah Natal 2020: 11.669 Narapidana Dapat Remisi

Ilustrasi - Tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejari Purwokerto terpidana kasus penipuan multi level marketing (MLM) Eliza Kartikasari Nur Faizah. Kamis (1/10) Kejagung merilis penangkapan buronan sejak 10 tahun itu.

Acuantoday.com, Jakarta-Sebanyak 11.669 narapidana beragama Kristen dan Katolik yang mendekam di penjara seluruh Indonesia menerima remisi khusus Natal 2020. 

Bahkan, 195 orang di antaranya mendapat remisi khusus II atau diputus langsung bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga mengatakan,  pemberian remisi ini merupakan bagian dari sikap humanis pemerintah bagi mereka yang bersikap baik selama menjalani masa pesakitan. 

“Perlu dipahami juga bahwa pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi yang diberikan negara bagi narapidana yang telah berusaha dan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik,” ujar Reynhard dalam siaran pers, Jumat (25/12). 

Reynhard menuturkan, belasan ribu orang yang mendapat remisi Natal dan ratusan di antaranya bebas, merupakan bagian dari total sebelumnya narapidana pemeluk agama Kristen dan Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah 22.246 orang.

Narapidana penerima remisi khusus Natal, kata Reynhard, paling banyak berasal dari wilayah Sumatera Utara dengan jumlah 2.152 narapidana, diikuti Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.730 narapidana, dan Sulawesi Utara sebanyak 929 narapidana.

Rinciannya, dari 11.474 narapidana penerima remisi khusus I atau pengurangan sebagian, sebanyak 2.306 orang mendapatkan pengurangan masa pidana 15 hari, 7.254 orang memperoleh pengurangan satu bulan, 1.497 orang mendapat pengurangan satu bulan 15 hari, dan 417 orang memperoleh pengurangan dua bulan.

Hadiah Natal berupa remisi ini, dikatakan Reynhard sebagai sesuatu yang memang menjadi hak bagi narapidana, tanpa terkecuali. 

Ia berharap kebijakan tersebut bisa memantik perbaikan hidup bagi mereka, terlebih yang diputuskan bebas.

“Remisi Natal merupakan hak narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai peraturan perundang-undangan. Namun remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, diharapkan juga dapat meningkatkan keimanan dan motivasi bagi narapidana untuk menjadi lebih baik,” kata Reynhard.

Sebagai catatan, hingga 15 Desember 2020, jumlah warga binaan di Indonesia sebanyak 247.017 orang, terdiri dari narapidana sebanyak 197.336 orang dan tahanan sebanyak 49.681 orang.

Perlu diketahui juga, remisi adalah pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. (rwo)

Comments

comments