Haikal Hassan Penuhi Panggilan Polisi untuk Kasus “Mimpi”

Kasus Mimpi Ketemu Rasul dan Sebut 6 Laskar FPI Mati Syahid, Jubir PA 212 Haikal Hassan Penuhi Panggilan Polisi. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Sekjen Habib Rizieq Center sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan, akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya Rabu (23/12) ini.

Haikal dipanggil dalam kasus “mimpi” bertemu Rasulullah SAW dan menyebut Laskar FPI yang tewas ditembak polisi sebagai mati syahid.  

Pemanggilan ini adalah kali keduanya, setelah yang bersangkutan mangkir dalam panggilan sebelumnya Senin (21/12), karena alasan urusan pribadi di Solo, Jawa Tengah. 

Ia datang seorang diri, tanpa ditemani pengacara. Haikal memilih untuk tidak berkomentar banyak. Ia juga mengaku tak melakukan persiapan untuk menghadapi pemeriksaan polisi. 

Sebab, dalam pandangan dia, yang diperkarakan adalah cuma soal tafsiran mimpi yang bertemu Rasul dan bobot dakwahnya yang menyebut 6 Laskar mati karena jihad di jalan Tuhan. 

“Enggak ada persipan, cuma klarifikasi,. Saya baru datang dari Solo juga,” kata Haikal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, hari ini. 

Baginya, itu merupakan hak seseorang untuk berekspresi.

“Di Indonesia gimana yah, jangan-jangan kentut juga dilaporin,” ucapnya, sebelum memasuki ruang penyidik. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Pejuang Islam, Husein Shihab melaporkan Haikal ke Polda Metro Jaya. Dia dipolisikan atas dugaan menyebar berita bohong. Laporan polisi itu tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

Ia berpendapat, cerita mimpi Haikal berpotensi menggiring opini masyarakat. Sebab, masyarakat bisa saja beranggapan, mati karena melawan negara sama saja dengan mati syahid. Kemudian dengan membawa nama Rasulullah seolah-olah Rasulullah SAW mengamini tindakan mereka yang melakukan baku tembak dengan pihak kepolisian. 

Ia melaporkan Haikal dengan sangkaan Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14-15 UU nomor 1/1946 tentang peraturan hukum pidana. Pasal tersebut berkaitan dengan tindak pidana menyebarkan berita bohong menyebabkan keonaran dan rasa kebencian. (rwo)

Comments

comments