Halau Aksi Massa Tolak RUU Ciptaker, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin  

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, menegaskan bakal mengkonter aksi massa penolakan RUU Ciptaker 6-8 Oktober di Gedung MPR/DPR./Foto: Acuantoday.com (Rohman)

Acuantoday.com, Jakarta―Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas menghadapi rencana aksi massa buruh maupun masyarakat yang ingin berunjuk rasa menentang Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) di Gedung MPR/DPR yang rencananya digelar mulai besok, 6 Oktober hingga 8 Oktober.

Pencegahan dilakukan Polisi sejak awal keberangkatan mereka.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menegaskan, pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin aksi unjuk rasa di tengah kondisi pandemi COVID-19, terlebih saat ini DKI Jakarta tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami sampaikan supaya mereka tidak datang (ke MPR/DPR). Sudah kami sampaikan di masing-masing wilayah yang mau berangkat, akan kita bubarkan. ” kata Yusri saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (5/10).

Yusri menyebut, bakal menerjunkan sekira 9.346 personel untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam massa aksi menolak RUU Ciptaker di Gedung MPR/DPR. 

Ia menambahkan, Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa arus lalu lintas saat hari H demonstrasi. Berikut empat pengalihan arus lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR:

  1. Arus lalu lintas dari Tol Dalam Kota yang akan keluar di offramp Pulo Dua Diluruskan ke arah Tol Tomang.
  2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto diputar balik di doorbrak depan pintu 10 mengarah Jalan Gerbang Pemuda.
  3. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gelora dibelokkan ke kiri Jalan Asia Afrika.
  4. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar. 

Dalam menghadapi masa, Yusri menjamin, polisi akan mengedepankan sikap humanis dalam memberi penjelasan kepada massa. (rwo)

Comments

comments