Harga Komoditas Pertanian di Pedagang Besar Turun, Bahan Bangunan Naik

Ilustrasi-Pekerja sedang mengerjakan proyek bangunan./Foto: PUPR

Acuantoday.com, Jakarta―Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada September 2020, turun sebesar 0,02 persen terhadap Agustus 2020.

“Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,33 persen,” kata Kepala BPS Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, Kamis (1/10).

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2020 antara lain telur ayam ras, daun bawang, wortel, tembakau, cabai hijau, tembakau olahan, dan daging ayam ras.

Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,60 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,10 persen.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2020 naik sebesar 0,19 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas atap dan sejenisnya, besi konstruksi bangunan, besi beton, kawat dan sejenisnya, dan pasir.

Sementara itu, BPS juga mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) bulan September 2020 sebesar 101,66 atau naik 0,99 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,98 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,02 persen.

Sekadar diketahui, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Secara nasional, tambah Kecuk, NTP Januari–September 2020 sebesar 101,26 dengan nilai It sebesar 106,89 sedangkan Ib sebesar 105,55.

Pada September 2020,NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (3,48 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DI Yogyakarta mengalami penurunan terbesar (0,67 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada September 2020 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,07 persen yang disebabkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2020 sebesar 101,74 atau naik 0,90 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tutup Kecuk. (adi)

Comments

comments